Faktor Pendorong Potensial Fraud Dalam Sales dan Pencegahannya

 In Artikel

Pandemi Covid-19 meningkatkan potensi ancaman fraud lebih dari sebelumnya. Sales menjadi salah satu area proses bisnis yang terpapar oleh ancaman fraud. Bagaimana fraud dapat terjadi dalam sales?

Dalam sebuah webinar yang bertajuk ““There’s always Somebody ready to take unfair advantage of a crisis situation” salah seorang narasumber Raphael Kiess, CEO Managing DirectorAlvarez & Marsal Inc, menyebutkan bahwa potensi fraud dalam sales selama masa pandemi ini direfleksikan oleh konsep fraud triangle, yaitu rasionalisasi, tekanan, dan peluang. 

Fraud triangle dalam pandemi

Seseorang yang melakukan tindakan fraud di masa krisis saat ini merasionalisasikan tindakannya sebagai sesuatu yang wajar atau perlu dilakukan sebagai sebuah pembenaran.

”Mereka mungkin mengatakan mereka melakukannya untuk karyawan, untuk keluarga, dan bahkan untuk masyarakat. Dari sudut pandang psikologi Ini semua adalah alasan yang kuat bagi seseorang untuk melakukan fraud”, jelas Raphael.

Kondisi pandemi mendorong banyak perusahaan untuk menjalankan bisnis mereka dari jarak jauh atau yang kita kenal dengan istilah Work From Home. Kondisi ini otomatis membuat kontrol lebih renggang daripada bisnis pada kondisi normal. Inilah yang kemudian menjadi peluang bagi seseorang untuk melakukan fraud. Ia juga mengingatkan bahwa kontrol yang renggang ini bisa dimanfaatkan oleh oknum di perusahaan untuk menutupi kegagalan yang terjadi di masa lalu.

Mengingat pandemi ini mendorong pembatasan aktivitas massal dalam wilayah yang amat luas dalam jangka waktu yang panjang mengakibatkan banyak perusahaan berada di ambang kebangkrutan. Kondisi ini memberikan tekanan besar bagi perusahaan sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk melakukan fraud.

Bagaimana fraud dalam sales terjadi dan mencegahnya

Lalu, bagaimana pelaku melancarkan aksi fraudnya? Raphael mengatakan pengalamannya sebagai seorang investigator mengajarkan bahwa apabila dirinya menjadi seorang pelaku, ia akan memanipulasi atau memalsukan data penjualan, termasuk memalsukan dokumentasi proses sales. Tentunya seorang pelaku juga akan mewaspadai adanya potensial whistleblowers. Auditor dan rekan kerja bisa saja menjadi potensial whistleblowers.

Berdasarkan pemaparan dalam sesi webinar tersebut, kita dapat mengambil pelajaran penting yaitu perusahaan perlu menerapkan kontrol internal lebih ketat di tengah situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Tak kalah penting juga menerapkan sistem whistleblowing sebagai alat deteksi dini fraud.Sistem whistleblowing mengharuskan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran di antara para pemangku kepentingan dalam mengenali karakteristik dan tanda-tanda fraud, serta betapa pentingnya bagi para pemangku kepentingan untuk mengambil bagian untuk mengurangi risiko fraud dengan melaporkan temuan mereka.

Integrity Indonesia sebagai perusahaan yang telah lebih dari tujuh belas tahun bekerja di bidang kepatuhan memiliki pengalaman luas dalam menyediakan layanan whistleblowing untuk klien dari berbagai latar belakang bisnis. Melalui Canary Whistleblowing System, Integrity menghadirkan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi situs web sehingga meningkatkan aksesibilitas klien kami ke laporan, sambil tetap memastikan anonimitas pelapor. Untuk informasi lebih lanjut tentang Canary Whistelsblowing System jangan ragu untukmenghubungi kami.

 

Baca Juga:

ISO 37001 Sistem Manajemen Antipenyuapan Minimalkan Potensi Konflik Kepentingan

Upaya Menangkal Fraud Paling Merugikan

Metode Skema Billing Paling Merugikan yang Perlu Perusahaan Anda Ketahui

 

 

 

Photo by Christiann Koepke on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search