Upaya Menangkal Fraud Paling Merugikan

 In Artikel

Pada 2019 lalu, perusahaan penerbangan Garuda Indonesia terbukti melakukan manipulasi laporan keuangan. Dilansir dari okezone.id, dalam laporan keuangan tersebut, Garuda Indonesia Group membukukan laba bersih sebesar USD 809,85 ribu atau setara Rp11,33 miliar. Angka ini melonjak tajam dibanding 2017 yang menderita kerugian mencapai USD 216,5 juta. Namun, laporan keuangan tersebut menimbulkan polemik hingga dinyatakan terbukti tidak sesuai dengan standar akuntansi setelah dilakukan audit.

Kerugian fraud laporan keuangan

Kecenderungan perusahaan melakukan fraud laporan keuangan biasanya didasari oleh tuntutan untuk senantiasa melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja guna meningkatkan nilai perusahaan yang nantinya akan disajikan di laporan keuangan. Atas dasar hal tersebut, perusahaan seringkali melakukan manajemen laba dengan berbagai cara untuk ‘mempercantik’ laporan keuangan guna merebut hati para investor.

Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, Report to The Nation 2020) frekuensi tindakan fraud yang terjadi dalam penyalahgunaan aset (asset misappropriation) merupakan tindakan fraud yang memiliki frekuensi tertinggi sebesar 86%, disusul oleh korupsi sebesar 43%, dan yang terakhir adalah fraud laporan keuangan sebesar 10%.

Meskipun kasus fraud laporan keuangan memiliki frekuensi paling rendah, tingkat kerugian yang ditimbulkan dari kasus tersebut paling merugikan dibandingkan kasus fraud lain dengan kerugian rata-rata sebesar $ 954.000

Pentingnya whistleblowing

Untuk mengatasi fraud laporan keuangan yang dapat merugikan tersebut, biasanya perusahaan melakukan pemisahan tugas akuntansi dan secara teratur mengundang auditor independen sebagai bentuk kontrol internal perusahaan. 

Namun, upaya tersebut tidak cukup lantaran fraud laporan keuangan sering terkait dengan kolusi. Manajemen dapat berkolusi dengan auditor untuk mengeluarkan laporan audit yang menguntungkan, atau orang yang bertanggung jawab dalam akuisisi dapat berkolusi dengan seorang individu yang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi. Maka dari itu, perusahaan juga perlu menerapkan sistem whistleblowing dan mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada semua pihak yang terkait.

Fungsi whistleblowing untuk mendeteksi fraud

Sistem whistleblowing mengharuskan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran di antara para pemangku kepentingan mereka dalam mengenali karakteristik dan tanda-tanda fraud. Selain itu, para pemangku kepentingan memiliki peran untuk mengambil bagian untuk mengurangi risiko dengan melaporkan temuan mereka.

Integrity Indonesia sebagai perusahaan terpercaya di bidang kepatuhan memiliki pengalaman luas dalam menyediakan layanan whistleblowing untuk klien dari berbagai latar belakang bisnis. Melalui Canary Whistleblowing System, Integrity Indonesia menghadirkan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi situs web sehingga meningkatkan aksesibilitas klien kami ke laporan, sambil tetap memastikan anonimitas pelapor. Untuk informasi lebih lanjut tentang Canary Whistleblowing System jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

Baca Juga:

5 Teori Ini Jelaskan Mengapa Fraud Terjadi Berulangkali

3 Fakta Mega Skandal Fraud Jiwasraya

 

 

 

Penulis: Aqilla

Editor: Putri

Image by Tumisu from Pixabay

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search