Pengendalian Internal: 3 Keterbatasan Pengendalian Internal

Putri Pertiwi
May 14, 2025
3 menit membaca
Featured image for: Pengendalian Internal: 3 Keterbatasan Pengendalian Internal

Pengendali internal memainkan peranan penting dalam pencegahan fraud di perusahaan. Berdasarkan riset yang dikemukakan oleh ACFE, kurangnya pengendalian internal merupakan faktor penyumbang utama hampir satu pertiga dari kasus-kasus fraud.

Seperti kata pepatah ‘tak ada gading yang tak retak’, meskipun perusahaan Anda sudah berupaya membuat pengendalian internal sebaik mungkin, selalu ada keterbatasan yang membuatnya bekerja tidak sempurna. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk memantau implementasi dan secara rutin melakukan evaluasi terhadap sistem mereka.

Keterbatasan Pengendalian Internal dan Dampaknya

Sebuah penelitian berjudul The Impact of Weak Internal Controls on Fraud, menyebutkan beberapa keterbatasan pengendalian internal, tiga di antaranya yaitu; kesalahan manusia, pengesampingan prosedur dan kebijakan, dan kolusi. Penelitian tersebut dilakukan terhadap sebuah perusahaan multinasional Malaysia dengan metode campuran pengumpulan data dan analisis, wawancara tatap muka dan analisis arsip.

1. Kesalahan manusia

Efektivitas pengendalian internal dibatasi oleh pengambilan keputusan yang didasarkan pada penilaian manusia. Manusia bisa saja tidak mengerti bagaimana sebuah aspek pengendalian internal bekerja, salah menilai atau dalam kondisi tertentu mengambil sebuah keputusan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Contohnya, karyawan tidak mengerti bagaimana membuat laporan melalui sistem whistleblowing. Keterbatasan seperti contoh tersebut dapat diantisipasi dengan memberikan edukasi dan pelatihan sistem whistleblowing kepada para karyawan.

2. Pengesampingan aspek-aspek pengendalian internal

Karena memiliki kewenangan, seorang manajer bisa saja mengabaikan kebijakan dan prosedur. Dalam kondisi mendesak seorang manajer mungkin melakukan sebuah tindakan demi kepentingan perusahaan dengan mengabaikan prosedur yang berlaku. Tetapi, bisa juga ia mengabaikan prosedur demi keuntungan pribadi, contohnya ia secara sengaja melakukan berbagai taktik untuk menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya.

Keterbatasan ini dapat diantisipasi dengan membangun kultur perusahaan yang sehat. Dimulai dengan memberikan teladan yang baik dari atas ke bawah (set the tone from the top). Bangun kesadaran dan berikan dorongan bagi karyawan untuk berkomunikasi secara terbuka.

3. Kolusi

Sistem  yang terlihat sempurna pun masih dapat dipatahkan oleh kolusi para karyawan. Contohnya, karyawan di bagian pembelian, inventori dan keuangan berkolusi untuk membuat pembelian fiktif. Dengan kolusi, kecurangan lebih sulit dideteksi oleh sistem yang ada. Perusahaan dapat mengantisipasi keterbatasan ini sebaik mungkin dengan pemantauan berkala dan secara konsisten mengembangkan sistem pencatatan transaksi dan perekaman.

Contoh Kasus Kegagalan Pengendalian Internal

1. Wirecard

Wirecard, perusahaan layanan pembayaran asal Jerman, mengalami kebangkrutan setelah terungkap bahwa €1,9 miliar dalam laporan keuangannya tidak pernah ada. Kegagalan pengendalian internal dan audit yang tidak memadai oleh EY menjadi faktor utama dalam skandal ini .

2. Cocoon SDA Care

Perusahaan penyedia layanan disabilitas ini menghadapi penyelidikan federal setelah gagal membayar sewa, menyebabkan tiga wanita disabilitas kehilangan tempat tinggal. Audit independen menemukan bahwa perusahaan memiliki utang pajak hampir $10 juta dan kurangnya pengendalian keuangan dasar .

3. Syahrul Yasin Limpo

Mantan Menteri Pertanian Indonesia ditangkap atas tuduhan korupsi terkait kontrak dengan vendor swasta. Ia diduga menerima suap sekitar $885.000 melalui bawahannya dan menyalahgunakan dana negara .

Solusi Memperkuat Pengendalian Internal

PT Integrity Indonesia menyediakan berbagai layanan untuk membantu perusahaan memperkuat pengendalian internal:

Hubungi kami melalui info@integrity-asia.com atau klik di sini untuk informasi lebih terperinci tentang layanan kepatuhan.

Pengendalian internal yang kuat adalah kunci dalam mencegah fraud dan menjaga integritas bisnis. Dengan memahami keterbatasannya dan mengambil langkah proaktif, perusahaan dapat meminimalkan risiko dan membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan.

Baca Juga:

Cegah Fraud, 7 Kontrol Internal Ini Bisa Diterapkan Pada Bisnis Kecil

3 Jenis Fraud yang Umum Terjadi Pada P2P Lending

 

Photo by Oleg Ivanov on Unsplash

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.