3 Jenis Fraud yang Umum Terjadi Pada P2P Lending

 In Artikel

Bisnis P2P Lending di Tiongkok mulai naik daun sejak satu dekade lalu. Namun, kini bisnis ini mengalami keterpurukan akibat bunga yang terlalu tinggi dan menjamurnya fraud. Bencana ini tak hanya merugikan investor, tetapi juga pemilik bisnis dan peminjam. Pemerintah Tiongkok pun mengambil langkah drastis dengan memberlakukan peraturan yang lebih ketat. Menurut Bloomberg (02/01) sebanyak 70% P2P lending di Tiongkok akan tutup sepanjang tahun ini.

P2P lending sendiri baru naik daun beberapa tahun belakangan ini di Indonesia. Runtuhnya bisnis P2P lending di Tiongkok bisa menjadi pelajaran berharga bagi para stakeholder bisnis ini di Indonesia, setidaknya tentang bagaimana peluang fraud bisa terjadi pada P2P lending dan bagaimana mencegahnya.

  1. Peminjam memakai identitas orang lain. Peminjam bisa saja memakai identitas orang lain atau memalsukan slip gaji saat mendaftarkan diri pada P2P lending. Jika P2P lending meloloskan kandidat peminjam semacam ini, maka risikonya adalah gagal bayar. Oleh karena itu, P2P harus melakukan KYC yang layak terhadap kandidat peminjamnya.
  2. Skema Ponzi. Modus penipuan klasik ini masih sering digunakan oleh pelaku investasi palsu. P2P lending yang menggunakan modus ini terus menggalang dana dari para investor dan seolah-olah menyalurkannya sebagai bentuk pinjaman online. Padahal, dana investasi tersebut dipakai untuk hal lain. Adapun investor-investor lama dibayar dengan dana dari investor-investor baru yang masuk. Siklus berputar seperti itu hingga perusahaan kesulitan mendapatkan investor baru, maka saat itulah bencana dimulai. Biasanya bencana ini berakhir dengan penggelapan dana investor oleh perusahaan. Baca Juga: Cara Kerja Skema Ponzi Pada Fintech
  3. Kolusi skor kredit. Celah fraud jenis ini terjadi ketika pemberian skor kredit dilakukan tidak dengan sistem yang ketat. Contohnya, salah satu eksekutif P2P lending memberikan skor kredit baik pada peminjam yang merupakan seorang anggota keluarganya, padahal berdasarkan track record-nya tidak layak diberi skor baik.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fraud, upaya mitigasi dan penanganan, jangan ragu untuk hubungi kami.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search