Fraud di pelabuhan dan sistem whistleblowing

 In Artikel

whistleblowing system sistem whistleblowingDi antara fraud yang terus-menerus terjadi di berbagai industri dan membuat biaya bisnis menjadi semakin mahal, adalah pungutan liar atau pungli, terutama di Indonesia. Pungli dapat timbul sebagai akibat dari berbagai faktor, termasuk prosedur yang panjang dan tidak jelas, penyalahgunaan kekuasaan dan kurangnya pengawasan. Pelabuhan dan bandara udara adalah dua lokasi paling umum di mana pungli terjadi, dan orang-orang yang melakukan aktivitas di sana sering kali membayar biaya selain yang diwajibkan oleh undang-undang.

Celah dan modus pungli

Pungli, khususnya di Indonesia, telah mengakar dan melibatkan banyak  pihak. Termasuk aparat, pengguna jasa, hingga pada tingkat terendah penjaga gerbang pelabuhan. Mereka memanfaatkan berbagai celah untuk mendapatkan uang pelicin. Salah satu celah yang kerap dimanfaatkan adalah celah pelanggaran prosedural. Misalnya, pengguna berkendara masuk ke dalam area pelabuhan tidak mengikuti prosedur sehingga kendaraan ditahan. Untuk menebus kendaraannya, pengguna dimintai uang ilegal oleh pihak keamanan pelabuhan. 

Modus yang juga kerap ditemukan yaitu sejumlah orang yang tidak berizin masuk dan meminta uang kepada pengguna jasa dengan dalih uang keamanan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan keamanan di wilayah perusahaan.

Apabila modus-modus tersebut terungkap, para pelaku akan mengubah modus mereka menyesuaikan situasi dan kondisi. Dalam kasus pungli, ada kalanya yang melanggar peraturan tak hanya pihak yang meminta uang, tetapi juga yang memberikan uang. Sebagian pengguna jasa bersikap pragmatis dengan memberikan uang pungli agar prosedur berjalan lebih cepat dan mulus. Sikap pragmatis inilah yang menyuburkan praktik ilegal ini yang kelamaan menjadi sebuah budaya. Tak heran jika pungli sulit diberantas.

Sistem whistleblowing memfasilitasi pelaporan pemerasan

Salah satu upaya untuk menekan praktik pungli adalah dengan menerapkan sistem whistleblowing. Melalui sistem ini pihak manapun yang melihat terjadinya pungli atau merasa dirugikan karena pungli, dapat melaporkannya secara konfidensial atau anonim. Semakin cepat fraud dapat dideteksi, semakin sedikit bisnis yang mengalami kerugian, atau biaya menjalankan bisnis di area tertentu dapat dipertahankan pada tingkat yang kompetitif.

Memiliki sistem whistleblowing juga berarti bahwa suatu organisasi berpegang pada prinsip transparansi. Namun, sistem whistleblowing hanya dapat berhasil dalam budaya terbuka dan etis ketika karyawan didorong dan didukung untuk mengungkapkan atau menyampaikan kekhawatiran tentang tanda-tanda pelanggaran yang mencurigakan. Dukungan bagi pelapor hadir ketika sebuah organisasi berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan dan memastikan bahwa sistem pelaporan pelanggaran menjaga kerahasiaan pelapor serta dipromosikan dengan baik secara internal.

Integrity Indonesia, sebagai perusahaan dengan pengalaman selama dua dekade di bidang kepatuhan, siap memberikan layanan sistemwhistleblowinguntuk klien dari berbagai latar belakang bisnis. Melalui Canary Whistleblowing System , kami menyediakan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi situs web. Dengan begitu dapat meningkatkan aksesibilitas klien kami terhadap laporan sambil tetap memastikan kerahasiaan dan anonimitas pelapor.

Untuk informasi lebih detail tentang Canary Whistleblowing System dan layanan kepatuhan lainnya

 

Baca Juga:

Pentingnya menguratori laporan whistleblowing Anda

Whistleblowing: pentingnya keamanan dan anonimitas pelapor

Wujudkan tata kelola perusahaan yang baik dengan sistem whistleblowing

 


Omala, Putri
Photo by Dominik Lückmann on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search