Sepuluh persen keputusan pembelian barang palsu dipengaruhi oleh endorsement media sosial

Sepuluh persen keputusan pembelian barang palsu dipengaruhi oleh endorsement media sosial

counterfeit items influencers social mediaPlatform e-commerce yang telah dibanjiri oleh barang palsu bukanlah sebuah berita. Kini, barang palsu menggapai pasar yang lebih luas lagi dengan endorsement dari para influencer melalui media sosial. Menurut survei terbaru, dukungan media sosial berdampak pada sepuluh persen keputusan pelanggan untuk membeli barang palsu dengan mode, aksesori, perhiasan, dan produk kecantikan menjadi kategori produk paling populer.

Influencer dalam distribusi barang palsu

Di era digital saat ini, influencer didefinisikan sebagai pengguna media sosial yang kontennya berpengaruh pada perilaku daring dan luring puluhan ribu atau jutaan pengikut. Koneksi dan kepercayaan unik antara influencer dan pengikut mereka telah mendorong bisnis untuk menggunakan influencer sebagai media pemasaran.

Narasi influencer di platform digital mereka diharapkan membuat bisnis terdengar lebih manusiawi jika dibandingkan dengan pesan yang disampaikan oleh alat pemasaran lain – seperti selebaran, brosur, artikel, dan lain-lain. Konsumen yang tertarik pada platform digital akan lebih mudah menerima pesan yang terdengar lebih manusiawi. Pada akhirnya, perusahaan ingin menginspirasi kepercayaan, kesadaran, dan loyalitas di antara target audiens mereka.

Sayangnya, strategi pemasaran ini tidak diragukan lagi turut mendorong distribusi barang palsu karena efektivitasnya. Baik influencer makro maupun mikro terlibat dalam promosi barang palsu. Tahun lalu, influencer papan atas ditemukan mendukung Apple AirPods palsu, menurut sebuah laporan. Kekuatan influencer tidak dapat disangkal. Menurut penelitian, dari 10% responden, 7% dari mereka sadar bahwa produk tersebut palsu dan lebih dari 3% responden adalah yang telah tertipu. Terlepas dari kenyataan bahwa beberapa konsumen tidak berpikir dua kali untuk membeli barang palsu, perdagangan mereka benar-benar berdampak negatif pada merek.

Apa yang harus dilakukan pemilik merek?

Sebagian besar platform media sosial menyadari situasi ini dan telah menyiapkan mekanisme daring bagi pihak yang ingin melaporkan akun atau produk untuk melakukannya. Dalam hal pengisian formulir daring, media sosial akan melakukan investigasi lebih lanjut. Namun, melaporkan produk palsu tentu saja bukan sesuatu yang bisa dilakukan semua orang.

Untuk menunjukkan bahwa suatu barang palsu, pelapor harus memiliki pemahaman menyeluruh tentang produk dan merek dagang yang terkait dengannya. Produk palsu akan dihapus dari media sosial setelah laporan diterima, diperiksa, dan disetujui. Inisiatif penghapusan di media sosial menunjukkan kesediaan mereka untuk memerangi barang palsu dan meningkatkan kesadaran akan kehadiran produk palsu di platform.

Bahkan, setelah penghapusan, pemilik merek masih perlu terus memantau berbagai platform untuk memastikan bahwa produk yang dilanggar tidak dipasarkan dan ditawarkan lagi.

Integrity Indonesia telah bekerja sama dengan platform media sosial global untuk menghapus produk palsu di platformnya. Kami siap membantu pemilik merek melindungi identitas dan reputasi merek mereka dengan memerangi pelanggaran produk mereka. Selain melakukan penghapusan produk palsu di saluran daring, kami berpengalaman dalam pemantauan saluran daring secara terus menerus untuk mendeteksi dan mengidentifikasi apakah produk yang dilanggar ditawarkan kembali menggunakan akun atau saluran yang berbeda.

Baca Juga:

Peredaran obat palsu yang mematikan

Sistem Border Measure HKI, Bukti Keseriusan Pemerintah Indonesia Lindungi HKI

 


Putri
Woman photo created by tirachardz – www.freepik.com

Share this post


ANGGOTA DARI

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

EMAIL

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dapatkan pembaruan dan penawaran terbaru

    REFERAL KAMI

    Copyright – INTEGRITY – All Rights Reserved © 2023 – Privacy Policy | Terms of Services