Deteksi Dini Fraud Dalam Institusi Pendidikan Tinggi

 In Artikel

Institusi pendidikan tinggi seringkali dianggap sebagai pusat pemikiran etis yang maju, sehingga gagasan bahwa universitas dapat melakukan fraud sulit diyakini oleh masyarakat luas. Padahal, fraud dapat saja terjadi bahkan dalam lingkup institusi pendidikan dan lembaga penelitian. 

Fraud dalam institusi pendidikan tinggi

Contoh fraud yang paling umum terjadi di lingkup pendidikan adalah korupsi, yaitu sebanyak 38 persen, menurut studi yang dirilis oleh Association of Certified Fraud Examiners. Skema korupsi di universitas mengacu pada penyalahgunaan kekuasaan dalam transaksi bisnis, penyuapan, maupun konflik kepentingan yang ditujukan untuk urusan pribadi.

Selain itu, invoice fraud di universitas juga cukup umum terjadi, dimana institusi melakukan pembayaran dengan mengirimkan faktur untuk barang atau jasa fiktif atau menambahkan jumlah nilai faktur.

Kasus penyuapan dan korupsi ini terjadi di Amerika, seperti yang dilansir The Daily Signal bahwa lebih dari 50 orang terlibat dalam kasus penyuapan untuk mengubah nilai tes agar masuk ke perguruan tinggi. Untuk Indonesia sendiri, kasus jual-beli nilai bahkan hingga pemalsuan ijazah kerap terjadi di beberapa perguruan tinggi swasta.

Deteksi dini fraud

Beberapa contoh di atas hanyalah segelintir kasus fraud dalam institusi pendidikan yang terungkap. Layaknya gunung es, masih banyak kasus-kasus penipuan lain yang bekerja di bawah radar. Sulitnya mengungkapkan kasus fraud di universitas karena adanya fungsi desentralisasi dalam struktur universitas. Fokus universitas yang lebih mengedepankan akademik juga menambah sulit untuk mendeteksi kasus fraud, karena bukan menjadi prioritas institusi.

Selain menyebabkan kerugian finansial, kasus fraud juga dapat merugikan moral dan reputasi. Dampak dari kasus ini bisa sampai ke mahasiswa, dimana ketika universitas melakukan penipuan maka mahasiswa menganggap hal itu wajar untuk dilakukan. Jika tidak ditindaklanjuti, maka akan menyebabkan penurunan kualitas pendidikan yang berakibat terhadap kredibilitas dan reputasi universitas.

Maka dari itu, universitas perlu menerapkan dan mengembangkan standar etika atau kode etik untuk mencegah terjadinya kasus fraud, salah satunya dengan menerapkan sistemwhistleblowing. Fungsi sistemwhistleblowingmemungkinkan universitas mendeteksi fraud sedini mungkin, sehingga angka kerugian dapat ditekan.

Integrity Indonesia sebagai perusahaan yang telah lebih dari tujuh belas tahun bekerja di bidang kepatuhan memiliki pengalaman luas dalam menyediakan layanan whistleblowing untuk klien dari berbagai latar belakang bisnis. Melalui Canary Whistleblowing System, Integrity menghadirkan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi situs web sehingga meningkatkan aksesibilitas klien kami ke laporan, sambil tetap memastikan anonimitas pelapor. Untuk informasi lebih lanjut tentang Canary Whistleblowing System jangan ragu untukmenghubungi kami.

 

Baca Juga:

Seperti Ini Universitas Standford Menerapkan Sistem Whistleblowing

Korupsi di Universitas

 

 

 

Penulis: Aqilla Nasyia

Photo by Shubham Sharan on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search