Korupsi di Universitas

 In Artikel

Korupsi adalah fenomena global. Tidak ada organisasi yang kebal dari korupsi atau pelanggaran lainnya, termasuk lembaga pendidikan tinggi (universitas). Meskipun belum ada data statistik tentang kasus korupsi yang melibatkan universitas di Indonesia, ada beberapa kasus yang menjadi berita utama selama 2018-2019. Beberapa di antaranya adalah kasus korupsi menyangkut pembangunan rumah sakit Universitas Udayana, pembangunan laboratorium Universitas Negeri Malang, dan pembangunan Fakultas Politik Universtas Riau. Dan kasus-kasus korupsi tersebut hanyalah puncak gunung es.

Skema korupsi umum yang terjadi di universitas-universitas ini dilakukan dengan me-markup anggaran untuk pembangunan fasilitas universitas dan kecurangan saat tender. Selain itu, KPK mengatakan awal tahun ini bahwa mereka menerima banyak laporan dugaan kasus korupsi di kampus, salah satu modusnya yaitu penyuapan untuk penerimaan mahasiswa baru.

Korupsi dalam dunia akademis menyebabkan kerugian moral dan reputasi. Hal terburuk tentang korupsi di dunia akademis adalah para korbannya adalah para pemuda. Memberikan toleransi terhadap tindakan korupsi sama dengan menunjukkan kepada siswa bahwa korupsi adalah hal yang lumrah. Menurut Transparansi Internasional, dalam jangka panjang, tindakan korupsi di institusi pendidikan akan memiliki implikasi yang merugikan bagi kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa. Pada akhirnya, korupsi merusak kredibilitas dan reputasi universitas.

Oleh karena itu, sangat penting bagi universitas untuk konsisten mengembangkan dan memberlakukan standar etika dan kode etik dengan tujuan mencegah terjadinya suap, korupsi, fraud dan pelanggaran lainnya.Upaya ini bisa dilakukan dengan salah satu cara yaitu menerapkan sistem whistleblowing (WBS).

 

Baca Juga: Seperti Ini Universitas Stanford Menerapkan Sistem Whistleblowing 

 

Fungsi sistem whistleblowing memungkinkan universitas mendeteksi penyuapan, penyalahgunaan, atau kecurangan lainnya sedini mungkin. Dengan begitu potensi kerugian dapat dikurangi secara signifikan. Meskipun diketahui bahwa universitas yang terlibat dalam kasus-kasus korupsi tersebut tidak memiliki WBS, beberapa universitas di Indonesia diketahui telah menerapkan WBS, seperti UI (SIPDUGA UI), UGM (SIAP UGM), dan Universitas Bina Nusantara.

Masing-masing universitas menerapkan kebijakan whistleblowing yang berbeda dalam hal ruang lingkup whistleblower, saluran whistleblowing, ruang lingkup pelanggaran, dan kerahasiaan whistleblower.

Namun, masih ada banyak ruang bagi universitas di Indonesia untuk menerapkan dan mengembangkan sistem whistleblowing dan memperbarui kebijakan mereka untuk mendorong komunitas akademik untuk secara proaktif menegakkan standar etika dan reputasi lembaga.

Integrity Indonesia sangat berpengalaman dalam meberikan layanan sistem whistleblowing untuk klien kami. Canary Whistleblowing System adalah layanan sistem whistleblowing eksklusif kami, memungkinkan klien kami untuk mengungkap masalah lebih awal dan mengatasinya sebelum masalah menjadi lebih buruk. Sistem whistleblowing yang dikelola oleh pihak ketiga yang berpengalaman seperti Integrity akan memastikan kerahasiaan, tindaklanjut laporan dan pelaporan yang profesional. Untuk informasi lebih lanjut tentang sistem whistleblowing, jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search