Jaga Perusahaan Anda Aman dari Suap di Tengah Pergolakan

 In Artikel

Selain menyebabkan pergolakan ekonomi, bagi perusahaan yang bertahan, pandemi Covid-19 juga telah menimbulkan masalah kepatuhan, terutama terkait anti-penyuapan. Situasi ekonomi yang tidak stabil dapat mendorong perusahaan untuk mengutamakan keuntungan daripada kepatuhan sebagai prioritas utama. Situasi seperti ini berpotensi membuat perusahaan lebih rentan terhadap risiko suap.

Risiko penyuapan dalam M&A

Contohnya adalah kegiatan Merjer dan Akuisisi (M&A). Krisis mungkin mendorong perusahaan untuk segera menyelesaikan dan cepat mengambil keputusan proses merjer dan akuisisi tanpa mendapat informasi tentang peningkatan risiko tanggung jawab perusahaan mereka. Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang ingin membeli sebuah perusahaan penyuplai kebutuhan medis tanpa melakukan uji tuntas terhadap perusahaan yang akan dibeli tersebut. Padahal mungkin saja perusahaan  yang akan dibeli pernah memberi suap kepada pejabat pemerintah sebagai imbalan telah membeli obat-obatan.

Jika di kemudian hari pihak berwenang menemukan pelanggaran ini, perusahaan yang membelinya tanpa melakukan due diligence mungkin menghadapi tuduhan terlibat dalam pelanggaran. Situasi ini mirip dengan kasus fraud Goodyear pada Februari 2015.

Ada pula orang-orang yang  melihat krisis sebagai peluang untuk mendapatkan manfaat untuk kepentingan pribadi mereka sendiri. Organisasi amal dan perusahaan dengan program amal terekspos oleh penipuan potensial seperti penyuapan. Contohnya adalah seorang individu di perusahaan mungkin menyalahgunakan kekuasaan mereka dengan memberikan sumbangan kepada organisasi tertentu sebagai imbalan untuk kontrak kemitraan.

Komitmen kuat dalam implementasi anti-suap

Risiko dapat dikurangi dengan komitmen kuat dalam menerapkan, mempertahankan, dan bahkan memperkuat Sistem Manajemen Anti-suap (Anti-bribery Management System/ABMS) perusahaan. Menerapkan ABMS tidak hanya membantu perusahaan untuk menghindari atau mengurangi biaya, risiko, dan kerusakan sebagai dampak dari tindak penyuapan, tetapi juga untuk menghindari tanggung jawab perusahaan.

Krisis yang sedang berlangsung adalah waktu yang tepat bagi perusahaan Anda untuk mengimplementasikan ABMS. Bagi perusahaan yang sudah menerapkannya, krisis ini adalah ujian bagi komitmen perusahaan.

Integrity Indonesia siap membantu Anda mengatur Sistem Manajemen Anti-Suap Anda sendiri. Integrity juga akan memberikan dukungan untuk penerapan ABMS SNI ISO 37001: 2016. Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat membantu Anda dengan layanan ABMS kami, jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

Baca Juga:

Kunci Utama Menggalakkan Anti-suap

Risiko Suap I: Mengapa Korporasi Perlu Pertimbangkan Sertifikasi ISO 37001

Risiko Suap II: Identifikasi Aktivitas Rentan Suap

 

 

 

Photo by Silas Köhler on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search