Bungkam Whistleblower, Reputasi Perusahaan Taruhannya

 In Artikel

Menjadi whistleblower atau pelapor menanggung risiko tinggi demi mengatakan sebuah kejujuran. Mereka kerap menjadi target pembalasan dari perusahaan atau organisasi tempat mereka bekerja lantaran pengaduan mereka. Pembalasan perusahaan dapat mengakibatkan whistleblower dikucilkan, diturunkan dari posisi mereka di tempat kerja, beberapa orang mungkin dipecat, atau bahkan dipenjara.

Pembalasan menjadi sebuah risiko bagi whistleblowers, namun di satu sisi tindakan ini juga bisa menjadi bumerang bagi perusahaan. Perusahaan mungkin berpikir pembalasan dapat membungkam whistleblowers. Sayangnya, dalam kondisi tertentu, tindakan ini justru dapat membuat whistleblower semakin bertekad untuk melakukan pengungkapan lebih lanjut melalu saluran eksternal (media, organisasi publik, dan sebagainya).

Menurut Regh et al., Dalam penelitian mereka yang berjudul “Anteseden dan Hasil Pembalasan Terhadap Pelapor: Perbedaan Gender dan Hubungan Kekuasaan,” setidaknya ada tiga alasan mengapa pelapor cenderung memilih untuk menggunakan saluran eksternal.

 

Baca Juga:

Seperti ini Universitas Stanford Menerapkan Sistem Whistleblowing

6 Hal ini Memperlemah Praktik Sistem Whistleblowing

Mengapa Whistleblower Adalah Aset

 

Pertama, beberapa dari mereka mungkin menggunakan saluran eksternal karena kesalahan atau kesalahan sangat tidak dapat ditolerir sehingga mereka tidak dapat menerima kegagalan menggunakan metode internal untuk menghentikannya. Kedua, sebagian whistleblowers mungkin percaya bahwa menggunakan saluran eksternal atau go public akan memberikan lebih banyak perlindungan dari pembalasan yang lebih buruk. Ketiga, whistleblowers bisa saja merasa pembalasan yang mereka derita tidak adil. Kondisi ini dapat mendorong mereka untuk membalas perusahaan atau organisasi dengan melakukan pengungkapan melalui saluran eksternal.

Jika whistleblower sudah menggunakan saluran eksternal untuk mengungkapkan laporan, hal tersebut berpotensi merusak reputasi dan kinerja perusahaan. Kemungkinan buruk ini adalah salah satu alasan mengapa perusahaan Anda tidak punya pilihan selain memastikan bahwa kebijakan dan sistem whistleblowing perusahaan Anda cukup kuat untuk melindungi whistleblower.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan Anda untuk menerapkan sistem whistleblowing yang kuat adalah dengan menyewa pihak ketiga. Mengapa? Sistem whistleblowing dari pihak ketiga akan memungkinkan perusahaan Anda untuk memiliki sistem laporan yang aman sekaligus menjamin kerahasiaan identitas pelapor pada saat yang bersamaan. Ada banyak penyedia layanan sistem whistleblowing di pasar. Namun, sangat penting untuk memilih penyedia yang menjunjung tinggi integritas.

Integrity memiliki pengalaman luas dalam menyediakan layanan whistleblowing untuk klien dengan berbagai latar belakang bisnis. Melalui Canary Whistleblowing System, Integrity menghadirkan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi situs web dan aksesibilitas klien kami ke laporan, sambil tetap menjamin anonimitas pelapor. Jika perusahaan Anda siap untuk menangani sistem whistleblowing dengan serius, Hubungi kami hari ini!

 

 

 

Business photo created by yanalya – www.freepik.com

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search