Menavigasi uji tuntas lintas batas: tantangan dan strategi mitigasi

Putri Pertiwi
June 15, 2023
2 menit membaca
Featured image for: Menavigasi uji tuntas lintas batas: tantangan dan strategi mitigasi

Berurusan dengan bisnis asing membawa banyak tantangan. Hal ini termasuk kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dan sosial dari investasi mereka, tuduhan praktik bisnis yang tidak adil, serta persaingan dengan perusahaan lokal.

Oleh karena itu, arahan uji tuntas HAM Komisi Eropa, Undang-Undang Praktik Korupsi Asing AS (FCPA), dan Undang-Undang Suap Inggris menyarankan perusahaan untuk mencari tahu secara mendalam mengenai mitra bisnis mereka dengan menjalankan uji tuntas.

Mengidentifikasi risiko 

Uji tuntas tak selalu mudah bagi perusahaan asing karena beberapa faktor, seperti perbedaan budaya, kendala bahasa, regulasi yang kompleks, isu hak kekayaan intelektual dan sumber daya manusia, ketidakstabilan politik, serta persaingan yang intens. 

Pertama-tama, lingkungan peraturan bisa jadi rumit. Cina misalnya, memiliki lingkungan peraturan yang kompleks dan sulit dinavigasi, dan peraturan dapat bervariasi berdasarkan wilayah atau industri. Perusahaan China mungkin juga kurang transparan di bidang-bidang penting seperti pelaporan keuangan, struktur kepemilikan, atau kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan.

Kedua, perbedaan budaya dapat semakin memperumit proses, dan akses ke informasi sensitif dapat dibatasi. Misalnya Jepang, negara dengan stereotipe “masyarakatnya sangat taat hukum”. Stereotipe ketaatan ini sebagian besar benar, sehingga pemerintahnya sendiri taat dengan peraturan perlindungan privasi, termasuk menjaga privasi orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum. Secara umum, catatan kriminal dan pengadilan — kecuali catatan Mahkamah Agung— tidak terbuka untuk umum dan hanya dapat diakses melalui pihak ketiga.

Berbeda dengan Jepang, di Thailand, catatan pengadilan dapat diakses meskipun tidak tersedia secara daring. Oleh karena itu, seseorang harus berkunjung ke pengadilan untuk mengaksesnya.

Ketiga, kendala bahasa dapat menjadi tantangan yang signifikan karena banyak catatan dan dokumen bisnis ditulis dalam bahasa lokal selain bahasa Inggris.

Mengatasi tantangan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, dalam melakukan uji tuntas skala penuh untuk calon mitra bisnis, pemasok, dan rantai pasok, diperlukan pihak ketiga yang dilengkapi dengan tenaga ahli lokal.

Integrity Asia menyediakan uji tuntas komprehensif yang dilakukan oleh para ahli lokal dan didukung oleh teknologi canggih. Ini harus dilakukan untuk mencegah kegagalan saat melakukan uji tuntas yang tepat. Kegagalan tersebut dapat menyebabkan perusahaan rentan terhadap kerugian finansial, sanksi hukum, rusaknya reputasi mereka, dan konsekuensi negatif lainnya.

Pada akhirnya, melakukan uji tuntas yang tepat sangat diperlukan untuk memitigasi risiko dan membuat keputusan bisnis yang tepat.

Putri
Mathias Reding on Unsplash

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.