Kickback, praktik zalim yang lazim di dunia bisnis

“Kickback” adalah istilah yang sering kali terdengar dan lazim terjadi dalam berbagai industri dan termanifestasi dalam berbagai bentuk. Pada dasarnya, “kickback” adalah bentuk penyuapan, yang melibatkan insentif keuangan atau manfaat lain sebagai imbalan bagi seseorang yang memberikan bantuan dalam suatu tindakan atau keputusan. Ini adalah masalah serius yang dapat merusak integritas bisnis dan pasar.
Praktik kickback sering kali terjadi di industri seperti konstruksi, terutama saat proses tender untuk proyek infrastruktur. Industri kesehatan juga tidak luput dari masalah ini, khususnya dalam pengadaan alat-alat kesehatan untuk rumah sakit. Di industri asuransi, tenaga penjualan bersekongkol dengan pengambil keputusan dalam memberikan imbalan berupa kickback untuk mengamankan kesepakatan bisnis.
Dampak kickback terhadap bisnis
Ada beberapa alasan mengapa aktivitas kickback masih tetap sering dilakukan dalam dunia bisnis, antara lain untuk kepentingan pribadi dalam memenuhi kebutuhan finansialnya, menjaga keberlanjutan bisnis saat perpanjangan kontrak kerja sama, persaingan yang intensif, dan tekanan dari pihak ketiga yang pemberian kickback-nya memang diminta oleh para pengambil keputusan di perusahaan klien.
Berikut adalah dampak kickback terhadap bisnis:
Pertama, kickback mempengaruhi keputusan seseorang untuk mendahulukan satu pihak yang menguntungkan dirinya. Kita ambil kasus seorang manajer SDM yang mempunyai tugas memilih vendor asuransi bagi karyawannya.
Kedua, kickback juga dapat mengakibatkan kenaikan biaya bisnis. Mungkin ada perusahaan asuransi lain yang menawarkan premi asuransi yang lebih terjangkau dengan manfaat yang lebih besar, tetapi karena manajer SDM tersebut memiliki keterikatan dengan salah satu perusahaan asuransi, perusahaan akhirnya terpaksa membayar lebih mahal ke perusahaan asuransi yang ‘dimenangkan’ tersebut.
Ketiga, bisnis yang terlibat dalam kickback dapat mengalami kerusakan reputasi, karena dianggap melakukan praktik yang tidak etis dan ilegal. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dari pelanggan, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dan yang terakhir, perusahaan dapat menghadapi konsekuensi hukum, termasuk denda, sanksi atau bahkan tuntutan pidana.
Mendeteksi dan mencegah kickback
Mendeteksi kickback bisa menjadi tantangan karena kecurangan jenis ini merupakan kolusi antara banyak pihak. Modus ini sering kali tersembunyi dalam transaksi bisnis yang sah sehingga jejak uang kerap tidak mudah terlacak.
Sebagai contoh, kickback sering kali disamarkan sebagai bagian dari skema komisi penjualan sehingga sulit dibedakan dari pembayaran yang sah. Biasanya, pelaku mengaburkan jejak uang yang diterimanya dengan mentransfer ke rekening atas nama orang lain.
Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh perusahaan untuk mengatasi kecurangan semacam ini, yaitu:
- Menerapkan proses pengadaan yang ketat. Perusahaan dapat menerapkan proses pengadaan yang ketat, seperti mengharuskan penawaran tertutup untuk pembelian di atas jumlah tertentu dan memastikan bahwa penawaran dibuka di hadapan personel yang berwenang. Hal ini dapat membantu mencegah kickback dari vendor yang ingin mendapatkan kontrak.
- Mengaudit proses pengadaan dan pembayaran secara berkala, termasuk memeriksa transaksi keuangan yang mencurigakan dan mencari tanda-tanda kecurangan.
- Membangun sistem pelaporan pelanggaran. Sistem ini memungkinkan individu untuk melaporkan dugaan aktivitas kecurangan. Namun, sangat penting bagi perusahaan untuk memberikan jaminan kerahasiaan. Canary Whistleblowing, platform pelaporan pelanggaran yang hadir dengan fitur Canary Mute memungkinkan pelaporan secara anonim yang pada akhirnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi individu untuk melapor.
- Meninjau kembali SOPs. Contohnya, melakukan uji tuntas yang menyeluruh dalam pemilihan vendor dan kontraktor. Hal ini termasuk menilai reputasi, rekam jejak, dan kepatuhan mereka terhadap undang-undang antikorupsi dan standar etika. Menerapkan proses pemeriksaan vendor yang kuat untuk memastikan bahwa hanya vendor yang bereputasi baik dan beretika yang dilibatkan.
- Melakukan employee monitoring terhadap beberapa jabatan/posisi yang memang rentan dari godaan kickback.
Hubungi kami melalui info@integrity-asia.com atau klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang langkah-langkah preventif, deteksi, dan mitigasi kecurangan. Dengan mengambil langkah-langkah ini, perusahaan dapat melindungi integritas mereka dan mempromosikan etika bisnis yang lebih baik dalam lingkungan bisnis mereka.
Image by master1305 on Freepik



