Membongkar praktik jual beli rekening bank

Membongkar praktik jual beli rekening bank

bank account tradingPraktik jual beli rekening bank semakin merajalela di Indonesia. Modus ini menghantui dunia perbankan. 

Biasanya, praktik ini melibatkan pencurian identitas pribadi, pemalsuan kartu identitas, bahkan ada kasus di mana pemilik rekening sendiri terlibat tanpa sadar. Sebuah contoh  kasus baru yang terjadi di Indonesia,yaitu pembobolan bank hingga Rp5,1 miliar  dengan modus pembukaan rekening palsu menggunakan identitas curian. 

Bagaimana jual beli rekening terjadi?

Praktik jual beli rekening bank seringkali dimulai dengan pencurian identitas penduduk (KTP) yang diakses secara ilegal atau dengan penipuan. Pada tahap pembuatan rekening bank, para pelaku mengganti foto pada KTP yang dicuri dan mengelabui petugas bank untuk mendapatkan rekening atas nama korban. 

Dengan rekening ini, para pelaku dapat menampung uang hasil kejahatan mereka tanpa mudah terlacak oleh pihak berwenang. Modus ini sering digunakan dalam sindikat pencucian uang, judi daring, perdagangan ilegal, dan kejahatan lainnya.

Menurut seorang narasumber yang bekerja di perbankan, mayoritas rekening bank yang diperjualbelikan dibuat berdasarkan data pribadi curian. Namun, ada juga kasus di mana pemilik rekening sendiri menjual rekening mereka setelah dibujuk adanya kompensasi finansial dan tanpa sadar bahwa mereka terlibat dalam praktik ilegal.

Rekening yang dibuat dengan data curian kemudian dijual secara bebas melalui media sosial dan platform jual beli daring. Pembeli akan menerima kartu ATM dan buku tabungan atas nama rekening yang mereka beli.

Upaya mitigasi bank

Praktik jual beli rekening bank tidak hanya merugikan pemilik rekening, tetapi juga merusak reputasi bank yang menerbitkan rekening tersebut. 

Oleh karenanya, bank memiliki berlapis kebijakan dan prosedur untuk mencegah kecurangan ini. Salah satu prosedurnya adalah KYC atau “Know Your Customer“. 

Prosedur KYC melibatkan pemeriksaan yang ketat terhadap calon nasabah serta pemantauan transaksi nasabah. Bank melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap identitas calon nasabah, termasuk nomor KTP, tempat dan tanggal lahir, serta alamat rumah. 

Setelah rekening aktif, bank secara random memantau transaksi nasabah untuk mendeteksi pola yang mencurigakan atau aktivitas yang tidak wajar, seperti banyaknya transaksi dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan pada satu rekening

Jika bank menemukan aktivitas mencurigakan, mereka akan segera melakukan investigasi terhadap rekening tersebut atau bahkan memblokirnya. Upaya ini bertujuan untuk menjaga integritas sistem perbankan dan melindungi nasabah dari praktik jual beli rekening yang merugikan.

Selain upaya internal ini, penting juga untuk diingat bahwa publik memiliki peran penting dalam membantu mengungkap dan melaporkan tindakan ilegal semacam ini, mencakup pelaporan kepada aparat kepolisian, otoritas jasa keuangan, lembaga perlindungan konsumen, dan bahkan menggunakan platform pelaporan daring Canary Whistleblowing System yang memungkinkan pelaporan tindakan ilegal dilakukan secara anonim. 

Melalui partisipasi aktif dari masyarakat, kita dapat bersama-sama menjaga keamanan dan integritas sektor keuangan.

 

Image Integrity

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2023 – Kebijakan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com