Investigasi dalam klaim asuransi jiwa

Ada beragam modus kejahatan klaim asuransi jiwa yang perlu diwaspadai oleh perusahaan asuransi. Mulai dari pemalsuan dokumen, pemalsuan identitas dan profil tertanggung, mark-up, bahkan hingga pemalsuan akta kematian, seperti kasus yang terjadi pada Juni lalu.
Seorang pria bersama beberapa temannya merekayasa kematiannya agar dapat mencairkan klaim asuransi sebesar Rp 3 miliar. Singkatnya, dia dan komplotannya membuat skenario seolah terjadi kecelakaan lalu lintas yang membuatnya tercebur ke dalam sungai dan tewas tenggelam.
Salah seorang dari mereka kemudian membuat laporan kepada pihak berwajib bahwa seorang temannya mati tenggelam, tetapi jenazahnya tidak ditemukan. Menanggapi hal tersebut, pihak asuransi melakukan investigasi terlebih dahulu sebelum mencairkan klaim.
Kasus bergulir ke kepolisian, dan dikonfirmasi oleh kepolisian bahwa pelaku memalsukan kematiannya. Ia tidak tewas tenggelam, melainkan kabur supaya disangka tewas.
Kasus yang serupa sebelumnya pernah terjadi pada akhir 2020. Seorang pria memalsukan kematian istrinya dengan membuat surat kematian palsu untuk mencairkan klaim. Modus kejahatan ini pun gagal dan berakhir pada proses hukum.
Pentingnya investigasi klaim
Pada prinsipnya, apabila ada klaim yang harus dibayarkan, perusahaan asuransi perlu melakukan investigasi untuk memverifikasi informasi yang diterima—tujuannya agar terhindar dari klaim palsu.
Sebagai gambaran, biaya yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan asuransi akibat klaim palsu lebih besar daripada meng-cover klaim asli. Sebuah sumber mencatat bahwa kerugian yang ditanggung perusahaan asuransi di Inggris akibat modus klaim palsu sepanjang tahun 2021 mencapai lebih dari 122 juta Poundsterling.
Investigasi untuk kasus tertanggung yang meninggal mencakup, antara lain, verifikasi akte kematian, surat keterangan bukti pemakaman, surat kematian dari kepolisian jika meninggal karena kecelakaan, dan hal lainnya yang mencakup kebenaran seluruh dokumen klaim yang diajukan.
Tak cukup memverifikasi data tertulis yang ada, investigasi terhadap klaim asuransi juga sebaiknya dilakukan secara lebih menyeluruh. Pada prinsipnya, pengumpulan informasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
Pencarian informasi tidak langsung meliputi pencarian melalui database, media cek, pengecekan keaslian surat klaim, dan lain sebagainya. Melainkan, pencarian informasi secara langsung dilakukan dengan wawancara narasumber yang relevan, yaitu dengan bertanya kepada tetangga sekitar, pihak rumah sakit yang disinyalir pernah merawat, pihak perusahaan tempat pelaku bekerja, dan sebagainya.
Diperlukan ahli
Untuk melakukan investigasi klaim asuransi secara menyeluruh, diperlukan dukungan dari para ahli. Mereka mempunyai keterampilan yang terasah untuk menentukan pendekatan mana yang harus digunakan untuk mencari bukti secara efektif.
Integrity Asia, dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun, telah dipercaya oleh klien dari berbagai latar belakang bisnis untuk menyediakan jasa investigasi bisnis. Kami juga menyediakan layanan claim investigation.
Pada layanan ini, tim ahli kami akan memverifikasi setiap klaim dan investigasi secara mendalam untuk mencari bukti dari klaim yang mencurigakan dengan menerapkan strategi dan metode untuk mengungkapkan kebenaran di balik klaim penipuan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai claim investigation, hubungi kami.
Putri



