Skema penipuan terkini yang perlu diwaspadai oleh perbankan

banking frauds skema penipuan

Skema penipuan terkini yang perlu diwaspadai oleh perbankan

banking frauds skema penipuanPenipuan dalam dunia perbankan telah menjadi permasalahan yang semakin serius dengan peningkatan frekuensi dan biaya yang mencolok. Menurut Global Banking Fraud Survey, lebih dari separuh responden melaporkan peningkatan nilai dan volume akibat penipuan.

Studi lain menunjukkan bahwa perbankan mengalami lebih banyak serangan penipuan pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk bank yang memiliki pendapatan tahunan lebih dari 10 juta USD, volume rata-rata penipuan meningkat dari 1.977 menjadi 2.320 per bulan. 

Pada 2023, modus pembayaran palsu oleh pihak yang tidak berwenang merupakan salah satu jenis kecurangan perbankan yang perlu diwaspadai.

Efek transaksi digital yang masif

Meningkatnya serangan penipuan terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital, seperti mobile banking, dompet digital, dan pinjaman online (pinjol). Peningkatan ini mendorong risiko kebocoran data pribadi yang lebih besar dan pada gilirannya membawa kerentanan perbankan ke tingkat yang lebih tinggi. 

Adapun skema-skema  penipuan tersebut, di antaranya:

  1. Jual beli rekening. Rekening-rekening yang dijual biasanya milik seseorang yang secara sadar atau tidak sadar menjualnya. Namun bisa juga rekening tersebut dibuat berdasarkan data pribadi curian. Maraknya kebocoran data kependudukan memudahkan pelaku kejahatan memanfaatkan data tersebut dengan membuat ID (KTP) palsu, membuat rekening bank, dan kemudian menjualnya. 
  2. Illegal selling. Modus ini terjadi ketika seorang oknum karyawan bank menawarkan aplikasi kartu kredit kepada nasabahnya, tetapi dengan tidak etis juga mengajukan aplikasi serupa untuk nasabah yang sama di bank lain. Skema ini mengancam privasi dan keamanan data nasabah.
  3. Online application fraud. Penipuan dalam aplikasi daring dapat bermacam-macam, termasuk penipuan yang terjadi dalam aplikasi rekening giro, aplikasi kartu kredit, dan penipuan pihak pertama (first party fraud). Saat calon nasabah mendaftar secara online, terbuka peluang bagi pelaku penipuan untuk bertindak. Sebagai contoh, mereka bisa memanipulasi sistem perbankan dengan cara mengunggah foto seseorang dari galeri ponsel mereka, lalu mengeditnya untuk menciptakan identitas palsu. Perlu diingat bahwa biasanya sistem bank hanya mengizinkan penggunaan foto yang diambil secara langsung dari kamera ponsel.

Langkah preventif 

Untuk mengatasi jenis-jenis penipuan tersebut, termasuk, bank dapat mengambil langkah-langkah berikut : 

  1. Menerapkan prosedur KYC (Know Your Customer). Melakukan verifikasi secara detail profil calon nasabah, terutama pada saat pembukaan rekening. Memastikan identitas diri menjadi syarat wajib.
  2. Memantau aktivitas rekening. Bank dapat menggunakan analitik dan mesin algoritma untuk memantau aktivitas rekening dan mendeteksi transaksi yang tidak wajar, serta mengidentifikasi alamat rekening tujuan yang mencurigakan.
  3. Mengedukasi nasabah. Bank dapat mengedukasi nasabah mereka tentang risiko penipuan daring dan cara melindungi diri dari penipuan, termasuk edukasi cara membuat kata sandi yang kuat, menghindari email phishing, hingga kiat transaksi secara aman di mesin ATM.
  4. Melakukan pemeriksaan latar belakang calon karyawan menjadi krusial. Bank perlu melakukan pemeriksaan latar belakang calon karyawannya untuk memastikan mereka yang dipekerjakan memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan ijazah pendidikan, riwayat pekerjaan, catatan kriminal dan sejumlah pengecekan lainnya. Dalam mengelola permintaan pengecekan, bank perlu memastikan prosesnya cepat dan aman sejalan dengan peraturan yang berlaku, seperti General Data Protection Regulation (GDPR). Oleh karenanya, platform  Prisma hadir memenuhi urgensi tersebut. 

Menyediakan sistem whistleblowing. Setiap bank perlu menyediakan situs khusus sebagai kanal pelaporan bagi masyarakat yang menemukan tindakan penipuan. Melalui platform Canary Whistleblowing System, kanal pelaporan dilengkapi dengan fitur Canary Mute yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan secara anonim. Dengan jaminan anonimitas ini, diharapkan masyarakat akan lebih merasa nyaman dan aman dalam memberikan pengaduannya.

 

Image by Freepik

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2023 – Kebijakan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com