Dokumen kesehatan palsu dan risikonya

Ijazah pendidikan bukanlah satu-satunya dokumen yang kerap dipalsukan. Pemalsuan dokumen kesehatan pun tak kalah marak.
Dokumen kesehatan pada dasarnya merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh praktisi atau penyedia fasilitas kesehatan, yang meliputi surat sakit, kwitansi berobat, surat cuti melahirkan, dokumen hasil medical check up, dan lain sebagainya.
Setiap dokumen kesehatan memiliki fungsinya masing-masing. Surat sakit, contohnya, merupakan keterangan bahwa orang yang bersangkutan sakit dan harus beristirahat. Lainnya, dokumen hasil medical check up biasanya digunakan sebagai persyaratan lamaran atau promosi pekerjaan sebagai keterangan akan kesiapan fisik seorang kandidat.
Dokumen kesehatan palsu
Sayangnya, tak sedikit kasus pemalsuan dokumen kesehatan yang terjadi. Salah satunya kasus pemalsuan sertifikat medical check up para calon tenaga kerja asing.
Secara lebih luas, pemalsuan dokumen kesehatan juga meliputi segala aktivitas yang dengan sengaja mengubah isi dari dokumen asli, seperti menghapus laporan diagnostik, memasukkan informasi tanpa dokumentasi standar, menulis ulang atau menghancurkan catatan, menghilangkan fakta penting, atau bahkan membuat catatan untuk pasien fiktif.
Secara khusus, pemalsuan dokumen kesehatan juga mencakup manipulasi (altering) rekam medis yang dilakukan oleh praktisi kesehatan. Beberapa kasus yang terjadi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap hal ini mempunyai konsekuensi hukum dan/atau denda yang besar.
Peredaran surat sakit palsu
Jasa pemalsuan surat sakit ataupun dokumen kesehatan palsu lainnya bukanlah hal yang baru.
Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, praktik pemalsuan dokumen kesehatan ini semakin masif. Dalam praktiknya, pelaku menawarkan jasa mereka secara daring dan mencatut nama-nama praktisi medis dan fasilitas kesehatan.
Modus pemalsuan tersebut juga didukung dengan pembuatan stempel instansi kesehatan palsu dan pencetakan kop surat yang terlihat asli namun palsu, yang berkat perkembangan teknologi semakin mudah dilakukan.
Efek bola salju
Meski mengesankan sebuah modus kejahatan sederhana, tapi efek yang ditimbulkan oleh pemalsuan dokumen kesehatan palsu dapat menggelinding bak bola salju. Efek yang ditimbulkan dapat berujung fatal.
Bagi instansi kesehatan yang dicatut namanya dalam sebuah dokumen kesehatan, kredibilitas adalah taruhannya. Meski tidak secara faktual mengeluarkan dokumen kesehatan yang akhirnya diketahui palsu, kepercayaan masyarakat akan menurun.
Bagi perusahaan atau organisasi yang mempekerjakan karyawan yang menggunakan dokumen kesehatan palsu, maka sebuah kerugian buat perusahaan jika ternyata kondisi kesehatan tidak seperti yang dinyatakan dalam surat kesehatannya. Sebagai contoh, keterangan free drug testing palsu seorang kandidat menyatakan bahwa ia tidak mengonsumsi narkoba. Nyatanya, ia adalah seorang pecandu. Hal ini akan membawa risiko bagi perusahaan yang telah merekrutnya, dari segi efisiensi operasional dan reputasi.
Bagi masyarakat luas, surat keterangan kesehatan palsu seseorang berpotensi memperluas penyebaran penyakit. Hal ini sudah terbukti saat pandemi Covid-19 lalu, marak beredar hasil tes COVID-19 palsu di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Antisipasi terjebak modus pemalsuan dokumen
Atas efek yang ditimbulkan seperti yang diurai di atas, maka pantas jika terdapat konsekuensi hukum berat buat para pelaku pemalsuan dokumen kesehatan. Hukum bagi para pelaku berbeda-beda di setiap negara. Di Inggris, hukum pemalsuan diatur dalam Forgery and Counterfeiting Act of 1981. Di Prancis, diatur dalam the Penal Code. Di Indonesia, bagi para pemalsu, pengguna surat palsu, dan oknum praktisi medis yang membuat surat palsu, dapat dikenakan KUHP Pasal 263 dan 267.
Meski demikian, hukum berlaku saat telah terjadi kejadian. Akan lebih baik jika kita mengupayakan tindakan pencegahan agar tidak terjebak dalam pusaran dokumentasi kesehatan palsu.
Bagi perusahaan, pihaknya harus lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi terhadap keaslian dokumen kesehatan yang dilampirkan oleh kandidat atau karyawannya. Perusahaan dapat melakukannya sendiri atau melalui bantuan pihak ketiga yang sudah terbukti profesional dalam melakukan verifikasi dokumen pendukung yang disyaratkan.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang layanan verifikasi dokumen.
Destin
Shutterstock



