Kartu Vaksin Palsu Mulai Menjamur di Beberapa Negara

 In Artikel

fake vaccine certificatePerkembangan pasar gelap kartu vaksin palsu di Amerika Serikat, Rusia dan beberapa negara lainnya dilaporkan sudah cukup meresahkan. Menurut sebuah laporan, Seorang vendor di Amazon ditemukan menjual sebungkus kartu vaksinasi COVID-19. Postingan tersebut telah dihapus, tetapi foto yang dibagikan ulang secara online menunjukkan 10 paket kartu kosong seharga $ 12,99 atau sekitar 187 ribu rupiah. Bagi warga Amerika yang sudah divaksin akan diberikan selembar kartu sebagai bukti bahwa mereka telah divaksinasi secara penuh. Namun menurut Federal Trade Commission, kartu tersebut mudah dipalsukan dan tidak didesain untuk membuktikan status vaksinasi jangka panjang. Selain di Amazon, kartu vaksin palsu juga ditemukan di Etsy, situs e-commerce yang berfokus pada barang-barang buatan tangan dan barang antik; di forum pro-Trump; dan di web gelap.

Di Rusia, peredaran kartu vaksin palsu tak kalah masif dan manipulatif. Menurut laporan media lokal, para penjual kartu vaksin palsu bekerja dengan cara yang sama yaitu dengan melakukan vaksinasi fiktif yang dilakukan oleh oknum dokter. Pembeli cukup menyerahkan data paspor dan nomor akun asuransi individu (SNILS) kepada penjual. Dalam hal ini, ampul dibuka dan isinya dibuang seolah-olah vaksin telah dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengelabui pemerintah karena setiap vaksin diberi nomor. 

Dikutip dari Reuters, Kepolisian Italia telah membongkar sejumlah transaksi online yang menawarkan sertifikat digital Covid-19 palsu. Penyelidikan yang dikoordinasikan oleh kantor Kejaksaan Bidang Kejahatan Siber di Milan, menunjukkan bahwa ribuan orang siap membayar untuk sertifikat palsu tersebut. Beberapa pembeli bahkan berasal dari luar UE. Sertifikat digital tersebut dibanderol antara 110 hingga 130 euro atau sekitar 1,9 juta-2,3 juta rupiah

Di Indonesia, Detik melaporkan bahwa Kepolisian Republik Indonesia berhasil menangkap pelaku penjualan surat hasil tes Covid-19 palsu dan kartu vaksin palsu. Dokumen-dokumen palsu tersebut dipasarkan melalui media sosial. Untuk surat keterangan antigen dijual dengan harga 60 ribu rupiah. Kemudian untuk PCR dan kartu vaksinasi masing-masing dihargai 100 ribu rupiah.

Saat ini pemerintah Indonesia menerapkan kartu vaksin sebagai salah satu persyaratan bagi WNA yang ingin masuk ke Indonesia sejak tanggal 6 Juli. Tentunya pemerintah perlu memastikan bahwa mereka memiliki sistem untuk memvalidasi keaslian kartu. 


Putri

Photo by Marisol Benitez on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search