Kapan ‘Quid pro quo’ Menjadi Fraud?

 In Artikel

Frasa ‘quid pro quo’ viral terkait kasus percakapan Trump dan Presiden Ukraina yang diungkap ke publik. Frasa latin tersebut muncul juga dalam kasus fraud perdana menteri Israel baru-baru ini. ‘Quid pro quo’ merupakan frasa bahasa Latin yang secara harfiah dapat diartikan ‘sesuatu untuk sesuatu’ atau barter .

Dalam kasus Trump, frasa tersebut mewakili tindakan Trump yang mendesak Presiden Ukraina untuk bekerja sama dengan Jaksa Agung AS untuk menginvestigasi Joe Biden yang diperkirakan akan menjadi lawan Trump dalam pemilihan presiden mendatang. Sebagai imbalannya, Trump akan memberikan bantuan keuangan ratusan juta dolar untuk Ukraina.

Frasa latin tersebut banyak digunakan dalam istilah politik dan hukum yang merujuk pada tindakan pelanggaran. Dikutip dari The New York Times (11/18/2019), profesor Columbia Law School Richard Briffault mengatakan bahwa frasa ‘quid pro quo’ menginterpretasikan kesepakatan yang korup dan dapat ditemukan dalam kasus-kasus penyuapan, pemerasan dan kekerasan seksual. Dalam tuntutan kasus penyuapan, quid pro quo paling sering banyak muncul.

 

Also Read:
Risiko Suap II: Identifikasi Aktivitas Rentan Suap
Suap Capai USD 1 Triliun Per Tahun, Ini Pentingnya SNI ISO 37001 Bagi Perusahaan
Peluit Whistleblowers Memaksa Presiden AS Menuju Ambang Pemakzulan

 

Namun, berdasarkan makna harfiah ‘quid pro quo’ tidak selalu berarti pelanggaran. Contohnya, seorang istri sepakat membuat makan malam, asalkan sang suami mencuci semua peralatan makan setelahnya. Dalam konteks bisnis, frasa tersebut juga tidak selalu berkonotasi negatif. Contoh, sebuah perusahaan media memberikan ruang iklan gratis bagi perusahaan konstruksi. Sebagai imbalannya, perusahaan konstruksi menjadi sponsor dalam acara yang diselenggarakan media tersebut.

‘Quid pro quo’ menjadi sebuah pelanggaran ketika kesepakatan dilandasi oleh niat buruk dan dampak yang merugikan. Contohnya, supplier menjanjikan sejumlah bonus untuk manajer pembelian sebuah perusahaan, asalkan manajer tersebut memenangkan supplier dalam tender. ‘quid pro quo’ semacam itu merugikan perusahaan dan menghambat persaingan usaha sehingga kasus tersebut disebut kasus penyuapan.

 

 

 

Money photo created by pressfoto – www.freepik.com

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search