Background Screening Karyawan Sebagai Mitigasi Antisuap

Putri Pertiwi
September 30, 2024
3 menit membaca
anti-bribery

Dalam membangun Sistem Manajemen Antisuap (ABMS), perusahaan harus terlebih dahulu mengidentifikasi risiko penyuapan dalam proses bisnisnya. Setelah itu, ABMS dibuat sebagai solusi untuk mengurangi risiko tersebut. Namun, memiliki ABMS saja tidak cukup.

Perusahaan juga harus berkomitmen menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem antisuap ini. Dukungan sumber daya manusia adalah salah satu aspek penting yang dibutuhkan untuk mendukung ABMS.

Background Screening Dalam ISO 37001

Klausul 7.2 dalam ISO 37001:2016 ABMS mengharuskan perusahaan memiliki prosedur untuk memastikan bahwa:

  1. Semua karyawan mematuhi kebijakan antisuap dan sistem manajemen risiko perusahaan
  2. Karyawan menerima salinan kebijakan antisuap perusahaan dan menghadiri pelatihan terkait dengan kebijakan tersebut
  3. Karyawan yang melanggar kebijakan dikenai tindakan disipliner
  4. Karyawan yang menjadi pelapor dugaan pelanggaran atau whistleblower wajib dilindungi dari tindakan pembalasan yang mungkin menimpanya.

Dengan kata lain, prosedur tersebut mengharuskan perusahaan untuk memastikan bahwa karyawan mereka yang kegiatannya memiliki dampak potensial pada kinerja anti-penyuapan harus kompeten berdasarkan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.

Selain melakukan pelatihan untuk karyawan mereka, klausul tersebut juga mengharuskan perusahaan melakukan prosedur kepatuhan dengan melakukan penyaringan latar belakang calon karyawan sebelum mereka dipekerjakan.

“Pada dasarnya, ketika sebuah perusahaan berkomitmen untuk mengimplementasikan ABMS, maka perusahaan harus menambahkan lebih banyak kriteria yang relevan dengan ABMS,” kata Winarso S.H, M.H, seorang konsultan ISO 37001 dan praktisi hukum yang berpengalaman.

“Katakanlah seorang karyawan memegang posisi pelatihan SDM di sebuah perusahaan, sudah pasti mereka harus memiliki latar belakang atau pengalaman dalam bidang pelatihan. Namun, ketika perusahaan menerapkan ABMS, kriteria penting wajib ditambahkan, contohnya, karyawan tidak boleh memiliki rekam jejak terlibat dalam penyuapan, korupsi atau pelanggaran lainnya, “jelasnya.

“Untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kriteria tersebut, maka korporasi harus melakukan penyaringan latar belakang atau background screening untuk memastikan bahwa calon karyawan atau karyawan tidak memiliki rekam jejak seperti itu,” lanjutnya.

Baca juga:

Risiko Suap II: Identifikasi Aktivitas Rentan Suap

4 Alasan Perusahaan Anda Sangat Perlu Menerapkan Post-employment Screening

Pelajaran Berharga dari Sebuah Perusahaan yang Melewatkan Background Check

Mitigasi Lanjutan

Berdasarkan ISO 37001, perusahaan perlu secara berkala memeriksa latar belakang karyawan dan mengevaluasi kinerja serta insentif mereka. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang cukup agar risiko penyuapan, korupsi, dan pelanggaran lain dapat diminimalkan.

Integrity Indonesia memiliki lpengalaman ebih dari tujuh belas tahun  dalam menyediakan layanan kepatuhan, termasuk pre-employment dan post-employment background screenings. Penyaringan kami dilakukan melalui Prisma, platform penyaringan Integrity yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi SDM klien kami. Selain layanan penyaringan latar belakang, kami juga menyediakan layanan konsultasi ABMS ISO 37001 sistem antisuap untuk membantu klien dalam mempersiapkan proses sertifikasi secara efisien. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan kepatuhan dan layanan konsultasi lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.