Mengapa Due Diligence Penting Dalam Bisnis?

 In Artikel

Di pertengahan tahun 2017 dunia dikejutkan dengan bocornya dokumen keuangan yang disebut Paradise Papers yang mengungkapkan investasi rahasia para orang-orang kaya di seluruh dunia – termasuk orang-orang kaya di Indonesia – di wilayah tax haven melalui institusi jasa keuangan Offshore Financial Centers (OFCs). Citra negatif sebagai tempat pencucian uang selama ini melekat pada OFCs, namun tak semua OFCs bisa dijadikan tempat untuk pencucian uang karena masih ada yang menerapkan pengawasan ketat dengan menjalani due diligence yang benar terhadap nasabahnya.

Apa itu due diligence?

Dalam dunia bisnis, due diligence bisa diartikan investigasi bisnis menyeluruh yang dilakukan sebelum sebuah perusahaan sampai pada pengambilan sebuah keputusan (investasi, penjualan, dan pembelian). Tujuannya adalah untuk mengukur risiko bisnis.

Dalam contoh kasus di atas, OFCs yang melakukan due diligence terhadap calon nasabahnya  berupaya mengukur risiko terjadinya pencucian uang. Bagi OFCs yang menjalankan pengawasan ketat, nasabah yang berisiko tinggi melakukan pencucian uang tak akan bisa berinvestasi di layanan mereka.

Baca juga: Bagaimana Integrity Indonesia Membantu Bisnis Anda?

Contohnya lainnya, perusahaan tentu tak ingin mendapati fakta bahwa ternyata supplier yangbekerjasama dengannya memiliki masalah hukum atau mendapati adanya tunggakan pajak yang tak dilaporkan oleh perusahaan yang baru saja diakuisisinya. Untuk menghindari itu maka perusahaan perlu melakukan due diligence terhadap calon supplier sebelum transaksi terjadi untuk mengurangi potensi kerugian reputasi dan finansial.

Penerapannya dalam bisnis

Pada dasarnya proses ini dapat diterapkan dalam dua situasi utama yaitu:

  1. Transaksi yang melibatkan penjualan dan pembelian produk atau layanan.

Due diligence untuk situasi ini untuk mengetahui kepada siapa kita menjual atau membeli produk atau layanan dan menghindari segala bentuk kecurangan (fraud) yang mungkin terjadi dan merugikan kedua belah pihak. Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen-dokumen dari kedua belah pihak terkait perjanjian jual beli, di antaranya daftar persediaan, daftar pelanggan, kontrak sewa, klaim finansial, dan dokumen lain yang diperlukan.

  1. Transaksi yang melibatkan akuisisi, merger, dan kerjasama dengan pihak lain.

Dalam transaksi berupa merger atau akuisisi, proses ini dilakukan lebih komprehensif dengan menginvestigasi track record perusahaan terkait operasional sebelumnya dan prospeknya. Dengan begitu kita bisa mengetahui sejauh mana perusahaan tersebut beroperasi dan potensi apa yang ditawarkan di masa mendatang.

Layanan Know Your Vendor ™

Integrity Indonesia dengan pengalaman lebih dari lima belas tahun dalam industri kepatuhan menawarkan kepada Anda layanan due diligence yang komprehensif melalui Know Your Vendor ™.

Solusi Know Your Vendor ™ membantu klien kami mengurangi risiko rantai pasokan dengan memberikan panorama yang terkonsolidasi untuk due diligence pada pihak ketiga.

Dengan menggunakan teknologi terbaru untuk memantau rantai pasokan klien, Know Your Vendor ™ memungkinkan klien untuk mengimpor vendor mereka dan memberikan kepada masing-masing mereka sebuah kuesioner yang merupakan langkah penting untuk proses due diligence. Klien dapat mengikuti perkembangan due diligence secara real time, serta mengakses laporan dan skor hanya dengan mengklik tombol.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana Know Your Vendor ™ dan layanan kepatuhan lainnya dapat membantu perusahaan Anda

 

Sumber: Referenceforbusiness.com

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search