Perlunya uji tuntas dalam investasi LST

Putri Pertiwi
December 27, 2022
3 menit membaca
Featured image for: Perlunya uji tuntas dalam investasi LST

Investasi yang terkait dengan Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata kelola (LST) mendapatkan perhatian semua pihak dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini karena semakin banyak orang yang sadar dan mencari keselarasan dengan bisnis berbasis ekosistem yang berkelanjutan.

Tren global tersebut berimbas pada melimpahnya investasi yang terkait dengan LST. Aset LST mencapai $22,8 triliun pada 2016, $30,6 triliun pada 2018, dan menyentuh angka $35 triliun pada 2020. Dengan asumsi pertumbuhan 15%, aset LST mungkin melampaui $50 triliun pada 2025.

Di sisi lain, semakin tinggi permintaan konsumen akan produk dan layanan yang berkelanjutan dan ditambah dengan semakin derasnya aliran dana investasi, semakin besar potensi fraud di dalamnya. Jelas bahwa uji tuntas memainkan peran penting dalam keputusan berinvestasi pada kerangka LST.

Risiko investasi di lautan modal ESG

Securities and Exchange Commission (SEC) baru-baru ini merilis peringatan risiko terkait investasi LST yang perlu mendapat perhatian dari calon investor. Salah satu risiko tersebut adalah munculnya beberapa klaim investasi LST yang tidak berdasar dan menyesatkan. Salah satu contohnya adalah skandal Vale S.A.

SEC melayangkan komplain terhadap perusahaan tambang berbasis di Brazil tersebut lantaran memberikan informasi palsu kepada investor terkait keamanan bendungan Brumadinho. Nyatanya, pada 2019 lalu, bendungan ini runtuh dan menelan korban jiwa.

Skandal Coca-Cola tahun 2021 juga bisa menjadi sebuah pelajaran. Raksasa minuman ini mengklaim perusahaannya mempraktikkan keberlanjutan dengan mendaur ulang botol-botol plastiknya menjadi botol dengan 100% plastik daur ulang, sehingga tidak ada kemasannya yang terbuang menjadi sampah.

Namun, sebuah organisasi nirlaba mengajukan gugatan karena kampanye perusahaan minuman tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya, perusahaan yang sudah berdiri sejak 130 tahun silam ini merupakan peringkat pertama pencemar plastik di dunia.

Risiko lainnya adalah mekanisme kontrol yang tidak memadai untuk praktik LST. Boohoo, ritel fashion asal Inggris, diinvestigasi oleh otoritas terkait setelah sebuah media mempublikasikan artikel mengenai praktik perbudakan modern oleh salah satu supplier di rantai pasoknya.

Pelajari risiko sebelum berinvestasi

Berinvestasi pada perusahaan tanpa menilai risiko-risiko seperti yang dijabarkan di atas berpotensi menimbulkan efek negatif bagi kelangsungan investasi dan reputasi investor. Oleh karenanya, sebelum berinvestasi, investor perlu melakukan riset mendalam terhadap perusahaan yang akan menjadi target investasi.

Beberapa contoh risiko seperti di atas sebenarnya dapat dimitigasi dengan uji tuntas. Tak hanya mengungkap risiko yang sedang berlangsung, uji tuntas yang komprehensif juga dapat mendeteksi potensi risiko yang mungkin timbul dari klaim palsu perusahaan terkait kebijakan LST.

Bagaimana uji tuntas dilakukan? Integrity Asia, dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri kepatuhan, menawarkan layanan uji tuntas yang dilakukan dengan pencarian open source dan desktop. Dengan platform satu pintu Know Your Vendor, kami juga membantu klien memitigasi risiko rantai pasokan.

Uji tuntas yang menyeluruh memastikan bahwa dana investasi dikelola secara efektif. Investasi yang tepat terhadap perusahaan berkonsep ESG/LST juga memberikan kontribusi bagi relasi ekosistem dan ekonomi secara berkelanjutan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan uji tuntas, hubungi kami hari ini.

 


Putri

Shutterstock

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.