Peraturan Whistleblowing Baru untuk Perusahaan Jepang

Putri Pertiwi
August 29, 2024
3 menit membaca
japan whistleblower

Dengan pemberlakuan amandemen Whistleblower Protection Act (WPA) yang cepat pada bulan Juni 2022, Jepang mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Peraturan baru ini mengamanatkan pembentukan sistem whistleblowing di dalam perusahaan untuk melindungi karyawan yang melaporkan pelanggaran terhadap hukum yang ditentukan.

Pergeseran peraturan ini membawa implikasi yang kompleks, terutama bagi bisnis Jepang yang beroperasi di luar negeri, terutama di Thailand.

Perlindungan Wajib Bagi Pelapor Pelanggaran

Landasan dari WPA yang telah diamandemen terletak pada penciptaan budaya integritas di dalam perusahaan dengan memberdayakan karyawan untuk melaporkan pelanggaran tanpa takut mendapatkan balasan.

Salah satu ketentuan utama dari undang-undang yang telah diamandemen adalah perlindungan terhadap pelapor. Perusahaan yang memiliki lebih dari 300 karyawan diwajibkan untuk membuat sistem pelaporan pelanggaran internal, dan sangat disarankan untuk perusahaan dengan 300 karyawan atau kurang.

Dengan mewajibkan perusahaan untuk membuat sistem whistleblowing, pemerintah Jepang menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan perilaku etis dalam praktik bisnis. Langkah ini tidak hanya meningkatkan tata kelola perusahaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, baik di dalam maupun luar negeri.

Untuk membantu perusahaan dalam menerapkan sistem pelaporan pelanggaran yang efektif, Badan Urusan Konsumen (the Consumer Affairs Agency/CAA) menerbitkan pedoman yang komprehensif. Pedoman ini mungkin dapat berubah di masa depan. Sumber daya ini menawarkan wawasan praktis tentang penunjukan personel, pembentukan sistem internal, perlindungan pelapor, dan memastikan fungsionalitas mekanisme pelaporan pelanggaran. 

Selain memberikan kerangka kerja untuk kepatuhan, pedoman ini juga menekankan perlunya fleksibilitas, dengan mengakui bahwa sistem pelaporan pelanggaran dapat bervariasi berdasarkan faktor organisasi dan ekspektasi masyarakat.

Dampak Terhadap Bisnis Jepang di Thailand

Thailand menjadi tuan rumah bagi sejumlah besar bisnis Jepang, yang menikmati pertukaran bilateral yang kuat dan fleksibel. Penerapan peraturan whistleblowing Jepang siap untuk bergema di seluruh perusahaan Jepang yang beroperasi di Thailand. Perusahaan-perusahaan ini harus beradaptasi untuk memenuhi persyaratan baru, memastikan pembentukan mekanisme whistleblowing yang efektif di anak perusahaan mereka di Thailand. Hal ini mencakup penunjukan personil, membangun sistem internal, dan menyelaraskan praktik dengan pedoman yang diuraikan oleh CAA.

Selain itu, perusahaan Jepang di Thailand harus menghadapi tantangan yang terkait dengan transfer informasi internasional yang terkandung dalam laporan whistleblowing. Kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi (APPI) Jepang sangat penting, terutama terkait keamanan data dan pembatasan transfer data ke pihak ketiga. Mengingat sifat perusahaan multinasional yang saling terhubung, anak perusahaan Jepang di Thailand harus melangkah dengan hati-hati untuk memastikan kepatuhan sekaligus memfasilitasi pertukaran informasi yang diperlukan dengan perusahaan induk.

Ketenangan Berbisnis Dengan Sistem Whistleblowing Canary dari Integrity Asia

Canary Whistleblowing System dari Integrity Asia memberikan solusi yang mudah bagi perusahaan Anda untuk menavigasi peraturan baru ini. Aplikasi web terpusat ini menawarkan beberapa saluran pelaporan, memastikan kemudahan penggunaan bagi karyawan Anda. Klien mendapatkan akses ke laporan sambil melindungi identitas pelapor dan menjaga anonimitas, menumbuhkan suasana kepercayaan dan transparansi dalam organisasi.

Dengan merangkul prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas, perusahaan-perusahaan Jepang tidak hanya dapat mengurangi risiko hukum tetapi juga menumbuhkan kepercayaan dan kredibilitas dalam operasi mereka di luar negeri, yang berkontribusi pada praktik bisnis yang berkelanjutan dan kepercayaan pemangku kepentingan.

Apakah perusahaan Anda perlu mematuhi peraturan baru ini? dan siap memasuki lanskap peraturan baru Jepang serta melakukan transisi yang mulus menuju kepatuhan dan budaya integritas? Jangan ragu untuk menghubungi kami di info@integrity-asia.com atau mengisi formulir kontak ini.

 

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.