Pentingnya Pengecekan Kredit Pendidikan
?Di Indonesia, istilah kredit pendidikan atau student loan masih cukup asing. Kredit pendidikan adalah jenis pinjaman di mana mahasiswa meminjam sejumlah uang dari pemerintah, bank, atau institusi swasta lainnya untuk membantu membayar biaya kuliah, seperti uang sekolah, perlengkapan, buku, dan biaya hidup.
Kemudian, pinjaman tersebut akan mulai dibayar setelah mahasiswa mendapatkan pekerjaan. Dalam masa mencari pekerjaan, peminjam mendapatkan waktu 6 hingga 12 bulan sebelum diminta untuk mulai membayar pinjaman secara bulanan setelah mendapatkan pekerjaan.
Program student loan ini sudah diberlakukan di lebih dari 60 negara di semua benua. Pemberlakuannya tentu berbeda antara satu negara dengan negara lain, sesuai dengan peraturan pada masing-masing region.
Pinjaman lunak
Student loans merupakan pinjaman berbunga. Meski demikian, bunga yang diberlakukan cukup rendah.
Rata-rata bunga kredit pendidikan berada di kisaran 1,86 – 13,9% pertahun. Besaran bunga tersebut tergantung dari kebijakan pemberi pinjaman, plafon pinjaman, rating dari status credit score peminjam, tipe student loan (subsidi atau nonsubsidi), kebijakan pemerintah secara umum, dan termin pembayaran.
Biasanya, kredit pendidikan menawarkan termin pembayaran antara 5 sampai 20 tahun. Semakin lama jangka waktu pelunasannya, biasanya semakin tinggi rata-rata bunga yang dikenakan.
Karena merupakan pinjaman dan bukan beasiswa, kredit pendidikan menuntut mahasiswa untuk mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama. Pada akhirnya, jumlah pinjaman dan riwayat pembayaran akan masuk ke laporan kredit seseorang.
Sama seperti peraturan kredit lainnya, ketepatan komitmen mahasiswa dalam mengembalikan pinjaman akan memengaruhi rating kredit individu. Jika mereka tidak mengembalikan pinjaman dan memiliki tunggakan, rating credit scoring akan menjadi buruk.
Sanksi buat yang melanggar
Ketidakmampuan untuk mengembalikan pinjaman kredit pendidikan tidak hanya akan mengakibatkan rating buruk pada catatan credit scoring. Bahkan ada beberapa negara yang mempunyai sanksi lebih tegas.
Sanksi yang dapat ditetapkan, antara lain, larangan bepergian ke luar negeri, kesulitan dalam urusan administrasi, serta tertutupnya kesempatan untuk mendapatkan pinjaman dalam bentuk lain, seperti KPR.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa negara telah memberlakukan syarat yang cukup ketat. Salah satunya adalah memastikan bahwa calon debitur mempunyai nilai akademis yang bagus agar kesempatannya dalam mendapatkan pekerjaan terbuka lebar.
Oleh karenanya, sangat penting dilakukan pengecekan kredit pendidikan untuk calon karyawan. Tujuan pengecekan ini adalah agar perusahaan dapat mengetahui kemampuan kandidatnya mengatur keuangannya, melihat adanya perilaku yang konsumtif, atau terlihat ada tidaknya tunggakan, dan hal terkait lainnya.
Sebagai penyedia pemeriksaan latar belakang, Integrity Asia menyediakan layanan student loan checking di Thailand dan Malaysia. Layanan pemeriksaan ini ditujukan kepada calon karyawan yang sedang dalam proses hiring.
Seperti yang kita ketahui, sejumlah besar hutang yang mungkin dimiliki kandidat, termasuk student loan, berpotensi memengaruhi kinerja mereka. Pemeriksaan ini membantu perusahaan mengurangi risiko mempekerjakan kandidat dengan masalah keuangan.
ADT



