Kasus George Santos dan pentingnya pemeriksaan latar belakang

Pemeriksaan latar belakang karyawan telah terbukti menjadi garda terdepan untuk memitigasi risiko fraud. Dari sektor pendidikan, teknologi, kedokteran, pertanian, hingga bidang politik, alat ini terbukti dapat membantu organisasi menghemat jutaan kerugian tahunan akibat fraud.
Di ranah politik, kasus terbaru terkait pemeriksaan latar belakang karyawan adalah kasus George Santos, anggota DPR Amerika Serikat yang baru terpilih. Ia mendapat kecaman publik karena diduga melakukan serangkaian fraud.
Serangkaian dugaan fraud George Santos
Santos memenangkan pemilihan Kongres untuk distrik ke-3 New York pada November 2022 silam. Sebulan kemudian, sebuah media menyebarkan berita bahwa dia berbohong dalam CV-nya.
Pemberitaan itu akhirnya diakui Santos. Dalam klarifikasinya, dia mengaku memodifikasi latar belakang pendidikan dan riwayat pekerjaannya.
Terungkapnya kasus CV palsu ini seolah membuka kotak Pandora milik Santos. Awal 2023, dilaporkan bahwa otoritas Brasil akan menghidupkan kembali kasus penipuan terhadap Santos setelah pihak berwenang menangguhkan kasus tersebut karena tidak dapat melacaknya selama hampir satu dekade.
Berkat kasus penipuan CV ini, akhirnya mereka menemukannya. Seorang juru bicara kantor kejaksaan Rio de Janeiro, Maristela Pereira, mengatakan bahwa setelah pihak berwenang mengonfirmasi keberadaan Santos, mereka secara resmi akan meminta Departemen Kehakiman AS untuk memberitahunya tentang tuduhan tersebut.
Tuduhan tidak berhenti di situ. Yang terbaru adalah Santos juga diduga mencuri uang veteran tunawisma yang terkumpul dari donasi.
Sebenarnya, vendor pemeriksaan latar belakang telah melakukan pemeriksaan terhadap Santos sebelum mencalonkan diri dalam kampanye. Namun, Santos menolak untuk menarik pencalonannya saat hasil pemeriksaan latar belakang mengungkapkan kebohongannya.
Celah tersebut dimanfaatkan oleh pihak lawan. Mereka menyelidiki Santos dan menemukan beberapa temuan yang menjadi bahan untuk menjegal Republikan berdarah Brazil tersebut.
Pemeriksaan latar belakang di lingkup perusahaan
Belajar dari kasus Santos, organisasi juga dapat menerapkan metode pemeriksaan latar belakang untuk mengetahui kebohongan atau hal lain yang mungkin disembunyikan oleh calon karyawan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya memverifikasi klaim sepihak yang dibuat calon karyawan di resume mereka.
Sayangnya, menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan tahun ini oleh sebuah media online, hanya sekitar setengah dari pemberi kerja (dari 1.250 korespondensi) yang memeriksa CV kandidat karyawan mereka.
Pemeriksaan latar belakang pada dasarnya memverifikasi klaim yang dinyatakan dalam CV, termasuk berbagai pemeriksaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi berdasarkan industri dan tingkat pekerjaan. Pemeriksaan dasar, seperti verifikasi identifikasi, verifikasi gelar, pemeriksaan reputasi, dan pemeriksaan latar belakang kriminal umum untuk semua tingkatan.
Dengan memiliki semua informasi kandidat, organisasi Anda akan lebih siap dalam membuat keputusan perekrutan yang tepat. Untuk informasi lebih rinci tentang pemeriksaan latar belakang pekerjaan dan layanan kepatuhan lainnya, hubungi kami hari ini.



