Cara Memilih Influencer Marketing Versi L’Oreal

Putri Pertiwi
October 21, 2024
4 menit membaca
background check

Peran influencer makin penting di era pemasaran media sosial yang kian berkembang. Keberadaan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube memungkinkan influencer berinteraksi dengan jutaan audience. Sebagai bagian dari strategi bisnis, merek dapat memanfaatkan pengaruh platform para influencer tersebut untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun kepercayaan dengan konsumen. 

Namun, seperti strategi bisnis pada umumnya, bekerja sama dengan influencers juga memiliki risiko terhadap reputasi dan kesuksesan kampanye merek tersebut. Oleh karenanya, diperlukan upaya mitigasi risiko tersebut yaitu dengan melakukan pemeriksaan latar belakang prakerja atau background check terhadap influencer. Upaya ini dilakukan oleh brand kosmetik ternama, L’Oreal Active Cosmetics. 

Tren Influencer Marketing dan Risiko yang Menyertainya

Menurut Influencer Marketing Hub, pasar influencer global bernilai $6,5 miliar pada tahun 2019 dan diproyeksikan mencapai $16 miliar pada akhir tahun 2022. Namun, dibalik potensi besar ini, terdapat risiko yang tidak bisa bisnis abaikan.

Sway Ops, sebuah platform analisis influencer,  menemukan bahwa setiap hari konten bertagar #sponsored atau #ad pada platform Instagram memiliki sebanyak lebih dari 50 persen engagement palsu dan sebanyak lebih dari 15 persen influencer palsumereka yang menandatangani kontrak sponsored posts tidak pernah membuat sebuah konten. Hal ini tentu merugikan merek baik dari segi reputasi maupun finansial.

Tiga Tahap Cara Memilih Influencer Versi L’Oreal

Risiko ini amat disadari oleh L’Oreal Active Cosmetics. Merek produk perawatan kulit asal Perancis ini menginvestasikan 90 persen dari budget pemasaran untuk Instagram. Dengan porsi budget yang besar, tentu L’Oreal perlu memastikan pemasaran merk Active Cosmetics efektif dan berada di tangan yang tepat. Caranya yaitu dengan melakukan pemeriksaan latar belakang prakerja terhadap kandidat potensial pemengaruh sebelum menandatangani kontrak.

Proses ini terdiri dari tiga langkah, yaitu:

  1. Penyaringan awal berdasarkan kata kunci

L’Oreal menyaring influencer potensial dengan menggunakan kata kunci terkait produk mereka, seperti “Active Cosmetics”. Mereka kemudian mengulas daftar pengguna yang menyebutkan kata kunci ini berdasarkan kriteria khusus yang telah ditentukan untuk menghindari influencer palsu.

  1. Penyaringan berdasarkan panduan media sosial

Setelah melewati penyaringan awal, influencer yang tersisa akan dievaluasi lebih lanjut menggunakan panduan khusus dari tim media sosial L’Oreal. Kriteria ini mencakup berbagai aspek, seperti kualitas konten, engagement asli, serta interaksi dengan audiens.

  1. Background check oleh pihak ketiga

Tahap terakhir adalah proses background check yang lebih mendalam. Dalam hal ini, L’Oreal bekerja sama dengan pihak ketiga yang profesional dan terpercaya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap riwayat konten influencer, termasuk di platform media sosial lainnya. Mereka memastikan bahwa tidak ada riwayat negatif yang dapat berdampak buruk pada merek di kemudian hari.

Baca Juga:

Begini Cara Background Screening Menyaring Kandidat yang Tepat

Influencer Fraud: Risiko Mengintai Di Balik Pemasaran Influencer

Pentingnya Background Check dalam Memilih Influencer 

Praktik background check tak hanya penting dilakukan oleh perusahaan besar seperti L’Oreal, tapi juga untuk perusahaan dalam ukuran apapun yang ingin bekerja sama dengan influencer. Mengapa perusahaan atau merek perlu melakukan proses ini? 

  • Menjaga reputasi merek. 

Memastikan bahwa influencer memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan nilai-nilai merek. 

  • Menghindari fraud atau kecurangan. 

Seperti disebutkan sebelumnya, tidak sedikit kasus di mana influencer melakukan kecurangan seperti menampilkan engagement dan follower palsu. 

  • Mengoptimalkan ROI. 

Dengan melakukan background check, merek dapat memastikan bahwa influencer tersebut tepat untuk tujuan dari kampanye yang akan mereka jalankan. Dengan begitu ROI diharapkan dapat optimal. 

  • Membangun kolaborasi jangka panjang. 

Influencer yang tepat memungkinkan merek menjalin kerja sama yang solid dan berkelanjutan. Kerja sama yang berkelanjutan cenderung memberikan dampak positif dari sisi budget dan kepercayaan audiens. Kolaborasi jangka panjang dapat menghemat biaya akuisisi influencer baru. Selain itu, audiens cenderung lebih percaya pada rekomendasi yang konsisten dari influencer yang sama. 

Dengan menerapkan praktik terbaik dalam pemeriksaan latar belakang prakerja karyawan, perusahaan dapat membangun fondasi yang kuat untuk kampanye influencer marketing yang sukses, autentik, dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih detail mengenai bagaimana pemeriksaan latar belakang prakerja membantu perusahaan Anda dalam mitigasi risiko, jangan ragu untuk hubungi kami melalui surel info@integrity-asia.com atau kli di sini.

 

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.