Forensik Digital Untuk Mengatasi Pencurian Data

Salah satu hal yang dihindari oleh perusahaan adalah bila karyawan meninggalkan perusahaan namun membawa serta informasi berharga milik perusahaan. Hasil studi menunjukkan bahwa setengah dari karyawan yang meninggalkan perusahaan biasanya membawa serta data penting tersebut, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Meskipun ada beberapa faktor penyebab karyawan tersebut mencuri data perusahaan, namun umumnya faktor utama adalah keuntungan materiil.
Checklist Dalam Forensik Digital
Banyak perusahaan dewasa ini yang menyimpan data secara elektronik dan karyawan memiliki akses untuk membuka data tersebut baik melalui perangkat milik perusahaan maupun pribadi. Data yang sering dicuri meliputi informasi klien, rencana bisnis, dan operasional perusahaan serta informasi karyawan. Bila perusahaan mencurigai karyawan yang mungkin akan atau sudah mencuri data perusahaan, maka metode forensik digital dapat dilakukan dengan memeriksa komputer maupun perangkat yang digunakan oleh karyawan tersebut.
Perusahaan dapat mengurangi resiko kehilangan data dengan menggunakan forensik digital baik di dalam investigasi perusahaan dan wawancara karyawan saat mengundurkan diri. Forensik digital meliputi alat serta kemampuan untuk menganalisa dan menyimpan data digital sebagai bukti serta mengetahui bila pencurian (fraud) terjadi, bagaimana, kapan, serta siapa saja yang terlibat di dalamnya. Hasil investigasi forensik digital digunakan sebagai bukti untuk mengetahui bila terjadi pencurian data.
Hal-hal yang diperiksa dengan forensik digital meliputi:
- Akun email
- Tempat penyimpanan (USB)
- Program instant messaging serta sosial media seperti Facebook dan LinkedIn
- Cloud penyimpanan seperti Dropbox atau iCloud
- Situs yang aman
- Perangkat yang digunakan dalam bekerja
- dsb
Langkah-Langkah Mengurangi Risiko
Wawancara Terakhir
Wawancara terakhir dengan karyawan yang akan keluar dapat memberikan wawasan berharga mengenai kemungkinan pencurian data. Staf HRD dapat menanyakan:
- Apakah karyawan menyimpan data penting di perangkat pribadi?
- Apakah ada perangkat yang dibawa pulang yang berisi informasi sensitif?
Selama wawancara, investigasi dapat dilakukan untuk mencari tahu apakah ada indikasi pencurian data.
Pemantauan Sistem
Untuk memastikan bahwa bukti tidak dihapus secara permanen, perusahaan sebaiknya memantau sistem dan perangkat yang digunakan oleh karyawan untuk mengakses data penting. Ini termasuk:
- Audit akses data: Memeriksa log akses untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
- Penyimpanan bukti: Menyimpan data yang mungkin diperlukan untuk investigasi di masa depan.
Investigasi Berkala
Melakukan investigasi secara berkala sebelum karyawan keluar dapat membantu perusahaan mengidentifikasi potensi risiko pencurian data. Ini juga memudahkan perusahaan dalam mengumpulkan bukti sebelum karyawan tidak lagi memiliki akses ke sistem.
Tindakan Setelah Pencurian Terjadi
Jika perusahaan menemukan bahwa karyawan telah mencuri data, langkah selanjutnya adalah melakukan investigasi forensik digital untuk memahami secara rinci bagaimana pencurian tersebut terjadi. Investigasi melibatkan:
- Analisis data yang dicuri: Menentukan jenis data yang diambil dan potensi dampaknya.
- Identifikasi jalur pencurian: Memahami metode yang digunakan untuk mencuri data.
- Tindakan hukum: Jika diperlukan, perusahaan dapat mengambil langkah hukum terhadap karyawan yang terlibat.
Menghadapi risiko pencurian data oleh karyawan adalah tantangan yang kompleks, namun dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat. Dengan menerapkan forensik digital dan langkah-langkah pencegahan yang efektif, perusahaan dapat melindungi informasi berharga mereka dan meminimalkan dampak dari potensi pencurian data.



