4 Pertanyaan wajib saat verifikasi kepegawaian

Putri Pertiwi
June 15, 2023
3 menit membaca
employment checks

Mempekerjakan karyawan baru membutuhkan investasi yang begitu besar. Oleh karenanya, sebuah perusahaan tidak bisa begitu saja memilih calon karyawan berdasarkan keterangan yang tertera di resume kandidat. 

Bagaimana perusahaan bisa begitu yakin bahwa calon karyawan mereka adalah individu yang sesuai informasi dalam resume mereka? Resume merupakan keterangan sepihak yang butuh dicek kebenarannya dengan verifikasi.

Verifikasi adalah upaya untuk menguji kebenaran, keabsahan atau kesesuaian suatu pernyataan atau informasi. Dalam dunia rekrutmen, verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa data atau informasi yang diterima dari calon karyawan benar adanya.

Verifikasi tidak hanya memastikan posisi dan masa kerja, tetapi juga aspek-aspek penting lainnya dari kandidat, seperti kemampuan kandidat terkait pekerjaannya yang menjadi acuan bagi perusahaan Anda. 

Dalam praktiknya, perekrut perlu meminta pihak ketiga untuk melakukan verifikasi terhadap calon karyawan. Pertama, karena untuk melakukan verifikasi diperlukan kompetensi dan keterampilan tertentu. Kedua, verifikasi memakan waktu. Ketiga, ada kalanya perusahaan menemukan kendala akses pada basis data tertentu yang biasanya dapat diakses oleh vendor—contohnya, catatan kriminal dan bankruptcy record.

Setidaknya, ada empat pertanyaan yang perlu diajukan saat verifikasi employment check, yaitu:

  • Alasan kandidat mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya

Informasi ini dapat digunakan oleh perekrut untuk mempertimbangkan motif, karakteristik, dan kesesuaian kandidat untuk pekerjaan yang ditawarkan.

Ada sebuah kasus. Setelah dilakukan verifikasi, perusahaan menemukan fakta bahwa seorang kandidat berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena terlibat kasus pemalsuan dokumen hasil tes kesehatan. Saat itu, dia menggunakan hasil tes laboratorium palsu untuk mendapatkan izin cuti sakit selama satu bulan. Fakta ini berbeda dari klaim kandidat yang menyatakan bahwa ia mengundurkan diri dengan alasan untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih tinggi. Temuan ini menjadi red flag bagi perusahaan yang sedang mempertimbangkan untuk merekrutnya.

  • Catatan selama bekerja

Resume kandidat mungkin terlihat bagus, tetapi perusahaan harus menyelidiki catatan kandidat selama dia bekerja. Tak sedikit ditemukan kasus di mana kandidat memiliki catatan negatif, seperti terlibat dalam suap atau pelanggaran lain di perusahaan sebelumnya.

Catatan negatif tersebut kemungkinan besar tidak terungkap dalam resume kandidat. Hal ini hanya dapat ditemukan melalui verifikasi dengan pertanyaan yang cukup mendalam kepada pihak verifier dan juga cek catatan kriminal kandidat. 

  • Kewajiban yang belum terselesaikan

Sebelum keluar dari sebuah perusahaan, karyawan mempunyai kewajiban untuk melepaskan kewajiban dan aset yang dibawanya selama dia bekerja di tempat tersebut. Kewajiban tersebut dapat berupa tanggungan ataupun utang terhadap perusahaan yang belum lunas. 

Hal tersebut tentunya tidak tercatat dalam resume. Oleh karenanya, dibutuhkan verifikasi untuk memastikan bahwa kandidat tidak mempunyai masalah tersebut agar tidak berpengaruh pada kinerjanya di perusahaan baru. 

  • Performa kerja kandidat

Performa kerja kandidat menjadi pertanyaan wajib karena menunjukkan kemampuan aktual dari pengalaman kerja kandidat. Informasi ini dapat diperoleh dengan melakukan verifikasi terhadap mantan atasan calon karyawan. 

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut tentang employment background screening, jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

Putri

Photo by Shridhar Gupta on Unsplash

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.