3 Praktik Fraud yang Dapat Menyebabkan Kebangkrutan

fraud

3 Praktik Fraud yang Dapat Menyebabkan Kebangkrutan

fraudBayangkan kehilangan tabungan hidup Anda, bukan karena investasi yang berisiko, tetapi karena pencuri yang licik. Itulah kenyataan pahit dari fraud di dunia perbankan, sebuah ancaman serius yang bukan hanya tentang pencurian kartu kredit. Fraud di dunia perbankan bukan hanya mimpi buruk yang bersifat hipotetis. Kasus kebangkrutan seperti yang dialami oleh The Enloe State Bank, The First State Bank, PMC Bank dan WireCard, menyoroti betapa ancaman yang dipicu oleh praktik fraud itu nyata.  

Di Indonesia, empat bank bangkrut sepanjang 2023. Di Amerika Serikat, sebuah bank, Heartland Tri-State Bank of Elkhart, turut mengalami nasib serupa pada tahun yang sama. 

Praktik fraud paling berbahaya bagi dunia perbankan

Fraud atau juga kerap diartikan sebagai missmanagement menjadi penyebab utama ambruknya bisnis perbankan. Praktik fraud meliputi berbagai macam bentuk. Setidaknya, ada tiga bentuk praktik fraud yang perlu diwaspadai pelaku perbankan. 

1. Loan fraud

Praktik ini terjadi ketika individu atau entitas dengan sengaja menggunakan praktik yang menyesatkan atau curang dalam proses peminjaman dana dari lembaga keuangan. Loan fraud dapat melibatkan pemberian informasi palsu atau manipulatif, penggunaan identitas palsu, atau tindakan yang merugikan untuk mendapatkan dana pinjaman tanpa memenuhi syarat. Tak jarang, praktik ini melibatkan karyawan institusi bank tersebut. Salah satunya adalah kasus PMC Bank. Para pejabat senior bank tersebut berkolusi dengan Housing Development & Infrastructure Ltd (HDIL) untuk memberikan pinjaman yang tidak proporsional kepada debitur  tanpa dokumentasi atau agunan yang memadai.

2. Employee fraud 

Intinya, bentuk kecurangan ini dilakukan oleh karyawan institusi keuangan dan perbankan. Praktik ini di antaranya berupa penggelapan dana, pemalsuan laporan atau catatan, dan suap. Kasus The First State Bank salah satu contohnya. Dalam kasus ini, teller bank yang sekaligus asisten wakil presiden bank memiliki akses untuk mengelola perangkat lunak komputer di bank tersebut. Karena pengawasan internal yang lemah, ia dapat mengubah informasi pinjaman yang ia dan suaminya terima sehingga berhasil menggelapkan dana bank tanpa terdeteksi hingga beberapa waktu.

3. Accounting fraud

Beberapa bentuk accounting fraud atau penipuan akuntansi mencakup manipulasi laporan keuangan, penyembunyian utang atau beban, pemalsuan transaksi, dan skema ponzi atau investasi bodong. Selain kasus Bernie Madoff yang terkenal, ada juga kasus WireCard. Hasil investigasi mengungkap skema penipuan dilakukan dengan memanipulasi laporan keuangan sehingga tampak kondisi perbankan tampak sehat dan tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya.

Mitigasi kecurangan

Dari kasus-kasus fraud di atas, ada beberapa upaya mitigasi yang penting untuk diterapkan secara ketat oleh institusi perbankan guna melindungi diri dari praktik-praktik penipuan yang merugikan:

  • Proses verifikasi. Memperketat proses verifikasi identitas debitur dengan melakukan prosedur Know Your Vendor (KYC). Prosedur ini melibatkan pemeriksaan yang ketat terhadap calon nasabah serta pemantauan transaksi nasabah. Bank melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap identitas calon nasabah, termasuk nomor KTP, tempat dan tanggal lahir, serta alamat rumah, status kekaryawanan, hingga ada tidaknya pinjaman di bank lain. . 
  • Segregasi tugas dan pemantauan aktivitas karyawan. Menerapkan segregasi tugas yang ketat dan pemantauan terhadap aktivitas karyawan, terutama yang memiliki akses ke data sensitif atau proses keuangan krusial.
  • Menerapkan kebijakan whistleblowing. Setiap institusi perlu menyediakan situs khusus sebagai kanal pelaporan bagi karyawan yang menemukan dugaan tindakan kecurangan. Institusi dapat bekerja sama dengan platform Canary Whistleblowing System. Kanal pelaporan tersebut dilengkapi dengan fitur Canary Mute yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan secara anonim dan terjamin kerahasiaan identitasnya. Dengan jaminan itu, diharapkan karyawan akan lebih merasa nyaman dan aman dalam memberikan pengaduannya. Semakin dini kecurangan terdeteksi, semakin kecil potensi kerugian yang diderita.
  • Melakukan pemantauan dan analisis data keuangan secara periodik. Memantau dan menganalisis data keuangan secara teratur dan menyeluruh dapat membantu dalam deteksi dini potensi aktivitas penipuan.

Fraud bukan hanya sebatas kecurangan, tapi ancaman nyata yang dapat melumpuhkan bisnis perbankan. Hubungi kami lewat email di contact@integrity-asia.com atau isi form di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang solusi mitigasi dan  pencegahan fraud yang efektif.

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2024 – Pemberitahuan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com