Peran sistem whistleblowing lindungi bank dari pencucian uang

Peran sistem whistleblowing lindungi bank dari pencucian uang

Whistleblowing money launderingBank kerap menjadi subjek praktik pencucian uang. Sebut saja beberapa kasus yang sempat terkuak, yaitu Standard Chartered Bank, dan BCCI.

Terbaru, skandal yang mirip menimpa Credit Suisse. Bank kedua terbesar di Swiss ini terlibat transaksi uang kotor senilai miliaran dolar Amerika berdasarkan laporan Proyek Pelaporan Tindak Kriminal Terorganisir dan Korupsi (OCCRP), sebuah konsorsium jurnalisme yang bekerja sama dengan puluhan media yang tersebar secara global.

Dari laporan yang dirilis surat kabar Süddeutsche Zeitung, temuan ini berawal dari seorang whistleblower anonim yang membocorkan 18 ribu rekening bank kepada surat kabar tersebut. Ribuan rekening tersebut, termasuk rekening pribadi dan perusahaan, menyimpan lebih dari US$100 miliar.

Surat kabar Jerman tersebut kemudian menindaklanjuti laporan dengan mengulas data-data tersebut. Setelah mengulas data tersebut, mereka meneruskan laporan kepada OCCRP yang kemudian mengadakan investigasi lebih lanjut yang disebut ‘Suisse Secret’.

Sebanyak 163 jurnalis dari 48 media di 39 negara terlibat untuk menganalisis informasi akun bank tersebut selama berbulan-bulan. Hasil investigasi menemukan sebanyak US$8 miliar adalah milik pejabat korup, diktator dan kerabat mereka, kartel narkoba, dan para pelanggar HAM.

Whistleblower menyingkap selubung

Swiss selama ini dikenal dengan undang-undang kerahasiaan perbankannya. Tidak mengherankan, jika sistem perbankan di sana sangat sulit terekspos.

Karena konsekuensi yang diberlakukan oleh undang-undang tersebut, whistleblower kasus ini tidak melaporkan temuannya pada internal bank, otoritas pemerintah, ataupun media Swiss, melainkan kepada media luar negeri.

Whistleblower yang melaporkan pelanggaran substansial, seperti pencucian uang dan korupsi, seringkali adalah seseorang yang bekerja atau pernah bekerja sebagai karyawan dari organisasi yang melakukan praktik tersebut.

Oleh karenanya mereka memiliki potongan informasi penting, yang hampir tidak mungkin diperoleh dari sumber lain. Informasi inilah yang seringkali menjadi vital dalam memerangi praktik pelanggaran tersebut.

Peran sistem whistleblowing

Secara historis, whistleblower memiliki peran sangat penting dalam mengungkap berbagai “high-profile fraud”, seperti kasus Enron, WorldCom, skandal Volkswagen, dan Danske Bank.

Skandal Credit Suisse jelas menunjukkan bahwa whistleblower berperan penting dalam mengungkap dan memerangi kasus pencucian uang. Seiring berkembangnya kejahatan finansial, sistem whistleblowing berfungsi sebagai alat deteksi dini fraud.

Sayangnya, seringkali pula whistleblower berada pada posisi yang rentan mendapatkan ancaman atau pembalasan dari para pelaku pelanggaran. Karenanya, dibutuhkan sebuah sistem yang memungkinkan seseorang melaporkan kecurangan sebuah organisasi secara mudah dan aman.

Integrity Asia dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun di bidang kepatuhan, telah dipercaya oleh klien dari berbagai latar belakang industri sebagai penyedia jasa whistleblowing system, Canary Whistleblowing System. Platform kami dilengkapi dengan notifikasi, analisis dan manajemen pelaporan yang dapat diakses dengan mudah. Selain itu, Canary WBS juga memungkinkan kerahasiaan identitas whistleblower terjaga.

Melalui sistem inilah, karyawan dapat menyampaikan kekhawatiran terkait tanda-tanda fraud yang mereka saksikan atau alami. Bagi organisasi, sistem whistleblowing yang bekerja efektif memungkinkan fraud terdeteksi sedini mungkin sehingga memperkecil risiko kerugian yang akan ditanggung oleh organisasi.

Hal lain yang perlu digarisbawahi adalah sistem whistleblowing hanya dapat bekerja efektif jika whistleblower mendapat dukungan yang komprehensif sehingga mereka merasa aman untuk melapor. Oleh karena itu, selain dukungan platform, dibutuhkan pula dukungan dari pemerintah dan pemimpin organisasi.

Dukungan pemerintah yaitu melalui regulasi yang melindungi whistleblower serta memberikan efek jera bagi pelaku dan dukungan pemimpin organisasi yaitu dalam penerapan budaya kerja yang mengedepankan integritas.

 

 


Putri

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2023 – Kebijakan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com