Peran forensik digital dalam membantu Auditor

Dalam lanskap digital yang berkembang pesat dan dunia yang sangat terhubung, dunia bisnis saat ini menghasilkan dokumen digital dalam jumlah besar meskipun faktanya versi cetak masih mempertahankan kepentingannya dalam bisnis. Dengan kemampuan untuk menyimpan data dalam jumlah tak terbatas dibandingkan rekan konvensional mereka, semakin banyak bisnis dari perbankan, manufaktur, pertanian, serta sektor publik, memilih untuk menjalankan operasinya berdasarkan dokumen digital.
Keterampilan baru dalam audit finansial
Dokumen dalam bentuk kertas yang yang selama ini banyak digunakan dalam proses audit, kini sebagian besar sudah berganti ke dokumen digital. Maka dari itu, menggali informasi dokumen-dokumen audit khususnya dokumen dalam bentuk digital menjadi tantangan yang nyata bagi auditor saat ini. Salah satu solusi yang tersedia saat ini, terciptanya kolaborasi antara auditor dengan orang yang mengerti forensik digital sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam melakukan audit internal maupun eksternal.
Berdasarkan Ec-Council “Digital forensic science is a branch of forensic science that focuses on the recovery and investigation of material found in digital devices related to cybercrime”. Forensik digital mampu merekonstruksi bukti digital yang ditemukan untuk dijadikan sebagai alat bukti, ilmu forensik digital akan menentukan keabsahan suatu bukti digital bahkan untuk persidangan di pengadilan sekalipun. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkompetensi dan tools yang handal dan dikenal luas. Forensik Digital mampu membantu auditor untuk menggali informasi pada setiap dokumen digital dan mengimplementasikannya dengan sangat baik.
Masalah-masalah dalam menangani bukti digital
Hal yang pertama yang diperhatikan adalah integritas bukti, perlakuan terhadap bukti digital sama dengan bukti kertas yang memerlukan proses identifikasi, pengumpulan, penyimpanan, analisa, dan akhirnya menunjukkan keotentikannya. Bukti digital pasti memiliki sifat volatility sehingga rentan terhadap perubahan, menjaga bukti digital agar sama dengan waktu kejadian (waktu sebenarnya) menjadi tantangan tersendiri saat proses akuisisi.
Proses akuisisi juga hal yang perlu diperhatikan, SDM yang digunakan harus memiliki kompetensi yang biasanya dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat alat atau keahlian. Memiliki pengalaman yang baik juga suatu keharusan, karena satu kesalahan saat proses akuisisi dapat menggagalkan proses digital forensik keseluruhan yang telah memakan waktu berhari-hari. Proses akuisisi alat bukti digital berbeda dengan bukti tradisional pada umumnya, proses akuisisi harus terdokumentasi dengan baik dan berurut, kemudian proses dokumentasi foto dan penggunaan label yang harus sesuai dengan prinsip Chain of Custody.
Forensik digital sangat erat hubungannya dengan tools, baik hardware dan software. Teknologi yang tumbuh dengan sangat cepat menyebabkan seorang dengan keahlian forensik digital harus menyesuaikan terhadap perkembangan hardware dan software, selain juga diimbangi dengan keterampilan pengoperasian yang harus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Dampak dari perkembangan teknologi ini yang menyebabkan adanya sejumlah biaya untuk menyesuaikan alat forensik yang andal dan dapat digunakan dari tahun ke tahun.
Di Integrity Asia, Tim profesional kami telah dibekali dengan kemampuan digital forensik dalam menangani kasus investigasi fraud. Tim profesional kami memiliki kompetensi yang baik yang dikombinasikan dengan pengalaman yang sempurna. Saat ini, dengan banyaknya data digital yang terdapat dalam proses internal dan eksternal audit menjadikan kebutuhan digital forensik semakan jelas. Tim profesional kami dapat membantu perusahaan anda untuk menangani data digital lebih dari yang anda ketahui sebelumnya.
Galih
Abstract vector created by vectorjuice – www.freepik.com



