Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Prakerja

 In Artikel

Setiap perusahaan pasti menginginkan karyawannya bekerja secara sangat produktif untuk mencapai target yang diinginkan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyaring calon karyawannya sebelum dapat bergabung dengan perusahaan. Penyaringan tersebut tidak hanya berdasarkan penilaian terhadap kemampuan, tetapi juga kondisi kesehatan calon karyawannya.

Saat ini banyak perusahaan yang mewajibkan pemeriksaan kesehatan (medical check up) bagi setiap calon karyawannya. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan prakerja, perusahaan bisa mendapatkan analisis detail status kesehatan calon karyawannya. pemeriksaan kesehatan akan mengidentifikasi setiap kondisi yang ada yang dapat mengganggu pekerjaan mereka di masa depan sembari juga memastikan bahwa calon karyawan secara fisik mampu melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka. Selain itu juga dapat menentukan apakah calon karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan aman, mengurangi klaim asuransi, dan mengurangi biaya kesehatan terkait lainnya.

Jika diperlukan, jenis pemeriksaannya akan disesuaikan dengan jenis pekerjaan calon karyawan. Berikut adalah beberapa jenis tes pemeriksaan kesehatan prakerja:

Tes hemoglobin; tes gula darah; Fungsi hati; Tes hitung darah lengkap; Elektrokardiogram (EKG); Tes HBsAg, dan Tes Urine:

Tes narkoba urin adalah tes yang sangat penting karena tes ini menyaring obat-obatan termasuk kokain, nikotin, mariyuana, dan lainnya. Pemberi kerja lebih memilih tes ini untuk menghilangkan kandidat yang memiliki masalah terkait narkoba, karena sifat adiktif mereka dapat menimbulkan masalah di lingkungan kerja.

Pekerjaan berisiko tinggi akan membutuhkan pemeriksaan yang lebih lengkap seperti:

  • Puncak laju aliran pernapasan(tes PEFR): Tes ini mengukur seberapa cepat seseorang dapat menghembuskan napas. Seseorang dengan PEFR abnormal mungkin mengalami kesulitan bernapas yang dapat menimbulkan kecemasan atau kepanikan yang parah, penurunan kewaspadaan dan kebingungan.
  • Tes spirometri: Ada pekerjaan tertentu di mana pekerjanya terpapar berbagai zat berbahaya. Dalam pekerjaan seperti itu, seseorang harus memastikan bahwa pekerja tidak mengalami masalah pernapasan. Misalnya, dalam lingkungan pabrik besi dan baja, pekerja sering terpapar bahan kimia dan gas berbahaya. Dalam hal ini, pemberi kerja perlu melakukan tes spirometri untuk memeriksa apakah karyawan tersebut memiliki masalah paru-paru atau pernapasan yang dapat memburuk karena lingkungan kerja seperti itu.
  • Tes audiometri: Tes ini juga untuk pekerjaan tertentu. Tes ini pada dasarnya untuk mengeliminasi pekerja yang berisiko kehilangan pendengaran karena lingkungan kerja dengan paparan tingkat kebisingan yang tinggi. Jika calon pekerja akan berpotensi terpapar lebih dari 90dB, maka tes ini adalah suatu keharusan. Tes ini penting untuk mengungkap apakah pekerja dapat bertahan di lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan yang tinggi tanpa risiko gangguan pendengaran di masa mendatang.
  • Tes fungsi ginjal: Tes ini pada dasarnya adalah tes fungsi ginjal yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik ginjal bekerja. Gangguan ginjal dapat menyebabkan pembengkakan pada tungkai, tangan, kaki, pergelangan kaki atau wajah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, kebingungan, dan sesak napas.

kondisi kesehatan calon karyawan sangat penting. Oleh sebab itu, perusahaan harus lebih serius dalam melakukan pemeriksaan kesehatan prakerja bagi calon karyawannya karena karyawan yang sehat dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan energik sehingga meningkatkan efisiensi perusahaan.

 

 

 

Ditulis oleh: Aminah, Ari, Dita, and Vita

Photo by Hush Naidooon Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search