Pemeriksaan Kesehatan Prakerja

Putri Pertiwi
July 22, 2025
3 menit membaca
pre-employment medical check up

Setiap perusahaan pasti menginginkan karyawannya menjadi sangat produktif untuk mencapai target yang diinginkan perusahaan. Salah satu langkah penting yang dapat diambil oleh perusahaan untuk memastikan hal ini adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan prakerja sebagai bagian dari pre-employment screening. Pemeriksaan ini menilai kondisi kesehatan karyawan yang turut menjadi penentu utama dalam kelancaran operasional perusahaan.

Apa Itu Pemeriksaan Kesehatan Prakerja

Pemeriksaan kesehatan merupakan bagian krusial dari proses penyaringan calon karyawan. Dengan melakukan pre-employment medical check up, perusahaan bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai status kesehatan calon karyawan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan yang mungkin berpotensi mengganggu produktivitas mereka di masa depan. Selain itu, juga dapat menentukan apakah calon karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan aman, mengurangi klaim asuransi, dan mengurangi biaya medis terkait lainnya.

Di Indonesia, Pasal 2 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1970  mewajibkan tempat kerja yang dianggap berisiko untuk melakukan pemeriksaan kesehatan prakerja bagi calon karyawannya. Apa saja tempat kerja berisiko itu? yaitu tempat kerja yang antara lain melibatkan penggunaan mesin, bahan berbahaya, konstruksi, pertanian, kehutanan, dan lainnya.

Apa Saja yang Diperiksa Saat Tes Kesehatan

Jenis pemeriksaan kesehatan prakerja biasanya disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh calon karyawan. Beberapa tes yang umum dilakukan antara lain:

  • Tes hemoglobin
  • tes gula darah
  • Fungsi hati
  • Tes hitung darah lengkap
  • Elektrokardiogram (EKG)
  • pemeriksaan HBsAg
  • Tes urin

Salah satu tes penting adalah tes urin yang mengidentifikasi keberadaan substansi obat-obatan seperti kokain, nikotin, dan ganja. Tes ini sering kali digunakan untuk menyaring kandidat yang memiliki masalah terkait narkoba, karena sifat adiktif dari zat-zat ini dapat menyebabkan gangguan di lingkungan kerja.

Pemeriksaan yang Lebih Lengkap

Pekerjaan berisiko tinggi akan membutuhkan pemeriksaan yang lebih lengkap seperti:

  • Laju aliran ekspirasi puncak (tes PEFR): Tes ini mengukur seberapa cepat seseorang dapat menghembuskan napas. Seseorang dengan PEFR abnormal dapat mengalami kesulitan bernapas yang dapat menimbulkan kecemasan atau kepanikan yang parah, penurunan kewaspadaan dan kebingungan.
  • Tes spirometri: Ada pekerjaan tertentu yang pekerjanya terpapar berbagai zat berbahaya. Dalam pekerjaan seperti itu, kita harus memastikan bahwa pekerja tidak memiliki masalah pernafasan. Misalnya, di lingkungan manufaktur besi dan baja, pekerja sering terpapar bahan kimia dan gas berbahaya. Dalam hal ini, pemberi kerja perlu melakukan tes spirometri untuk memeriksa apakah pekerja tersebut memiliki masalah paru-paru atau pernapasan yang dapat memburuk karena lingkungan kerja tersebut.
  • Tes audiometri: Tes ini juga khusus untuk pekerjaan. Ini pada dasarnya menghilangkan pekerja yang berisiko kehilangan pendengaran karena paparan tingkat kebisingan yang tinggi. Jika pekerja terpapar lebih dari 90dB maka tes ini wajib dilakukan. Tes ini sangat penting karena mengungkapkan apakah pekerja dapat mempertahankan tingkat kebisingan yang tinggi tanpa risiko mengalami gangguan pendengaran di masa depan.
  • Tes fungsi ginjal: Ini pada dasarnya adalah tes fungsi ginjal yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik ginjal bekerja. Gangguan ginjal dapat menyebabkan pembengkakan kaki, tangan, kaki, pergelangan kaki atau wajah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, kebingungan, dan sesak napas.

Manfaat Pemeriksaan Kesehatan Prakerja Bagi Perusahaan

Pemeriksaan kesehatan prakerja bukan hanya sekadar biaya tambahan, tetapi investasi jangka panjang. Dengan memilih kandidat yang sehat, perusahaan dapat:

  • Membangun budaya kerja yang positif di mana kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas.
  • Meningkatkan kepercayaan karyawan, yang merasa diperhatikan kesehatannya sejak awal.
  • Mengurangi risiko litigasi yang mungkin muncul akibat kecelakaan atau klaim terkait kesehatan.
  • Mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi operasional.

Langkah ini juga dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan dalam menarik talenta berkualitas, karena menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan karyawan.

Kunjungi halaman Pemeriksaan Latar Belakang Prakerja atau hubungi kami di sini atau melalui surel info@integrity-indonesia.com untuk informasi terperinci tentang layanan employment background check, khususnya pemeriksaan kesehatan prakerja, dan layanan kepatuhan lainnya.

 

Ditulis oleh: Aminah, Ari, Dita, and Vita

Photo by Hush Naidoo on Unsplash

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.