Pencegahan Fraud: Ketahui Dengan Siapa Anda Berbisnis

 In Artikel

Procurement fraud atau fraud dari pengadaan barang dan jasa merupakan masalah bagi perusahaan baik kecil maupun besar di seluruh dunia. Contoh utama dari kasus penipuan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa adalah dengan raksasa makanan cepat saji KFC. Raksasa ayam goreng tersebut sementara menutup 900 toko di Inggris pada tahun 2013 karena masalah dengan pemasok ayam mereka.

Procurement fraud menimbulkan dampak negatif pada kesehatan keuangan perusahaan, efektivitas operasional, dan reputasi perusahaan. Di Indonesia, ada banyak kasus korupsi melalui pengadaan yang melibatkan perusahaan swasta dan lembaga pemerintah. Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat bahwa kerugian negara mencapai 1,02 triliun rupiah sepanjang 2017 karena penipuan dari pengadaan barang dan jasa.

Menurut OECD: Integrity in Public Procurement (2007), pengadaan barang dan jasa publik telah diidentifikasi sebagai kegiatan pemerintah yang paling rentan terhadap korupsi. Sebagai antarmuka utama antara sektor publik dan swasta, pengadaan barang dan jasa publik memberikan banyak peluang bagi pelaku publik dan swasta untuk mengalihkan dana publik untuk keuntungan pribadi.

Oleh karena itu, perusahaan publik dan swasta perlu mengambil tindakan preventif dengan menerapkan kontrol internal yang komprehensif. Salah satu elemen pengendalian internal adalah uji tuntas pada calon mitra atau pihak ketiga perusahaan.

 

Uji tuntas untuk mengungkap risiko

Gagasan due diligence adalah untuk mengungkap kemungkinan risiko potensial pada pihak ketiga atau mitra kerja potensial. Jika pihak ketiga terlibat dalam penipuan atau kesalahan lainnya, reputasi perusahaan sebagai mitra juga berisiko meskipun perusahaan tidak terlibat langsung dalam pelanggaran. Oleh karena itu, due diligence meminimalkan risiko reputasi perusahaan.

Sehubungan dengan pencegahan risiko suap, pemerintah Indonesia telah menempatkan ISO 37001: Sistem Manajemen Anti-Suap sebagai standar kewajiban perusahaan yang menjadikan due diligence menjadi semakin penting.

Klausul 8.2 dari ISO 37001 8.2, menyatakan bahwa perusahaan harus menilai sifat risiko suap dalam kaitannya dengan transaksi, proyek, kegiatan, rekan bisnis dan personel tertentu, dan harus diperbarui pada frekuensi yang ditentukan sehingga informasi baru dapat dimasukkan ke dalam akun.

 

Kenali Vendor Anda

Integrity Indonesia dengan pengalaman lebih dari lima belas tahun dalam industri kepatuhan menawarkan kepada Anda layanan uji tuntas yang komprehensif melalui Know Your Vendor ™.

Solusi Know Your Vendor ™ membantu klien kami mengurangi risiko rantai pasokan dengan memberikan panorama yang terkonsolidasi untuk uji tuntas pada pihak ketiga.

Dengan menggunakan teknologi terbaru untuk memantau rantai pasokan klien, Know Your Vendor ™ memungkinkan klien untuk mengimpor vendor mereka dan memberikan kepada masing-masing mereka sebuah kuesioner yang merupakan langkah penting untuk proses due diligence. Klien dapat mengikuti perkembangan due diligence secara real time, serta mengakses laporan dan skor cukup dengan mengklik tombol.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana Know Your Vendor ™ dan layanan kepatuhan lainnya dapat membantu perusahaan Anda, hubungi kami hari ini.

 

Baca Juga:

Due Diligence Dalam ISO 37001

3 Cara Cegah Konflik Kepentingan Rugikan Perusahaan Anda?

 

 

 

Photo by Chris Liverani on Unsplash

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search