Investree: Tandemkan Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Manusia

 In Artikel

Fraud merupakan masalah yang terus berkembang bagi layanan finansial, termasuk bagi domain tekfin (teknologi finansial). Tekfin melalui jasa P2P lending menawarkan keuntungan yang tak pernah ditawarkan oleh institusi bank konvensional. Salah satu keuntungannya adalah mempertemukan borrower dan lender pada platform online sehingga hampir semua proses investasi dan pinjaman dilakukan secara online. Tak heran P2P lending dalam beberapa tahun belakangan ini kian diminati dan berkembang, terutama di Indonesia.

Namun, di balik kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, potensi fraud pun tak bisa dihindari. Bekerja dengan jumlah data masif dalam waktu instan membuka peluang terjadinya fraud pada P2P lending. Beruntung, kini kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam bentuk machine learning sudah banyak diterapkan dalam P2P lending untuk mencegah fraud.

Machine learning memiliki kemampuan mengevaluasi sekelompok data dalam jumlah masif secara real-time, contohnya dalam mengevaluasi data-data borrower untuk credit scoring. Kaitannya dengan pencegahan fraud, penggunaan machine learning mengurangi campur tangan manusia sehingga mempersempit peluang fraud dan dari hasil evaluasi machine learning terhadap serangkaian data bisa mendeteksi penyimpangan dalam pola.

Akan tetapi penerapan AI tak serta merta menghilangkan peran manusia sepenuhnya. Tandem AI dengan kecerdasan manusia masih dibutuhkan untuk menghasilkan interpretasi data yang lebih akurat sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga:

Pencegahan Fraud: Bagian Krusial Dari AI dan Pembelajaran Mesin

Salah satu pemain P2P lending yang sudah menerapkan AI sebagai bentuk komitmen pencegahan fraud adalah Investree, pioneer P2P lending marketplace di Indonesia yang telah terdaftar di OJK sejak 2017.

“Ya kami sudah menggunakan AI, tapi tidak disemua proses dan tidak di semua segmen,” Ungkap Chief Risk Officer Amalia Safitri.

“Dari situ kita juga melihat ada yang sangat efektif menggunakan AI, ada yang membutuhkan tandem dengan human intelligence,” Lanjutnya.

Investree yang mulai beroperasi tahun 2015 menawarkan beberapa jenis pinjaman bisnis yaitu Invoice Financing, Buyer Financing, Working Capital Term Loan, dan Pinjaman Toko Online. Menurut Amalia untuk business loan seperti Working Capital Term Loan perusahaannya mengombinasikan AI dan kecerdasan manusia, tetapi untuk retail seperti Buyer Financing sudah menggunakan AI secara penuh.

Dalam proses peminjaman Working Capital Term Loan, Investree menggunakan dua jenis data yaitu traditional dan non traditional (alternative data). Bank statement adalah salah satu jenis data traditional yang diunggah oleh borrower. AI membantu analis manusia dengan menganaslisis bank statement dan menghasilkan informasi berupa pola perilaku terkait keuangan. Namun, sat pola tersebut keluar dan ditemukan anomali, maka manusia perlu melakukan interpretasi apakah anomali pola tersebut memang disebabkan oleh fraud atau oleh faktor lain. Cara seperti ini menghasilkan hasil analisis yang lebih akurat.

“Untuk Working Capital Term Loan, kami mengkombinasikan AI dan kecerdasan manusia. Contohnya, borrower menerima sejumlah uang setiap bulan. Namun, bulan ini tidak seperti bulan sebelumnya. Dari analisis AI terhadap bank statement borrower, analis manusia bisa melihat dan menerjemahkan pola perilaku,” pungkasnya.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search