6 Fakta Di Balik Kasus-kasus Ijazah Palsu

 In Artikel

Pengecekan latar belakang pendidikan, sertifikat profesional, dan kartu identitas adalah pengecekan dasar yang harus dilakukan sebelum sebuah perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan seorang kandidat terpilih. Berdasarkan pengalaman kami dalam memberikan layanan employment background screening sejak 2008, kami menemukan bahwa ijazah sering dipalsukan.

Ijazah S1 adalah sertifikat pendidikan yang paling sering dipalsukan, diikuti oleh ijazah Sekolah Menengah Atas, dan ijazah S2. Pemalsuan terjadi tak hanya pada level staf, tetapi juga manajerial.

Dalam beberapa kasus, universitas lokal mengklaim memiliki afiliasi dengan universitas di luar negeri, terutama di Inggris dan Amerika Serikat. Namun, setelah verifikasi lebih lanjut, kami kerap menemukan bukti tidak ada afiliasi di antara mereka sama sekali. Untuk kasus seperti ini biasanya kandidat dikategorikan sebagai korban karena mereka kemungkinan tidak tahu modus operandi universitas-universitas tersebut.

Berikut enam fakta yang sering kami temukan di balik kasus-kasus ijazah palsu:

  1. Kandidat tidak pernah mengikuti program pendidikan di sekolah/universitas yang disebut.
  2. Kandidat sebenarnya sudah dikeluarkan dari sekolah/universitas, dan nomor induk yang tercantum pada ijazah milik orang lain yang sudah lulu atau nomor induk palsu.
  3. Kandidat masih mahasiswa aktif. Adapun nomor mahasiswa yang tercantum pada ijazah adalah milik orang lain yang sudah lulu atau nomor induk palsu.
  4. Pemalsuan IPK
  5. Pemalsuan transkrip
  6. Pemalsuan tingkat pendidikan, contohnya, seorang kandidat yang memiliki ijazah D3 mengklaim memiliki ijazah S1.

Mempekerjakan kandidat dengan ijazah palsu sangat berisiko bagi perusahaan. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko tersebut, perusahaan perlu melakukan background check sebelum mengambil keputusan untuk mempekerjakan kandidat terpilih. Namun, perusahaan yang memilih untuk melakukan background check mandiri kerap menemukan fakta bahwa proses ini menyita energi dan waktu. Selain itu, mereka juga menyadari bahwa hasil background check bias lantaran kekurangan sumber daya. Pada titik ini, perusahaan membutuhkan jasa pihak ketiga yang berpengalaman untuk menjalankan background check secara layak agar mendapatkan hasil yang objektif.

Integrity sudah dipercaya oleh para klien sebagai penyedia jasa solusi mitigasi, termasuk layanan background check. Apabila perusahaan Anda membutuhkan informasi lebih detail terkait layanan background check dan mitigasi lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

Baca Juga:

Begini Cara Background Screening Menyaring Kandidat yang Tepat

4 Tren Rekrutmen 2019 yang Perlu Disimak

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search