Jaga Reputasi Merek, 3 Tahap L’Oreal Saring Influencer

 In Artikel

Influencer fraud merupakan masalah serius seiring dengan berkembangnya pemasaran digital. Sway Ops menemukan bahwa setiap hari konten bertagar #sponsored atau #ad pada platform Instagram memiliki sebanyak lebih dari 50 persen engagement palsu dan sebanyak lebih dari 15 persen influencer palsu – mereka yang menandatangani kontrak sponsored posts tidak pernah membuat sebuah konten. Hal ini tentu merugikan merek baik dari segi reputasi maupun finansial.

Risiko ini amat disadari oleh merek-merek ternama salah satunya, L’Oreal Active Cosmetics. Merek produk perawatan kulit asal Perancis ini menginvestasikan 90 persen dari budget pemasaran untuk Instagram. Dengan porsi bugdet yang besar, tentu L’Oreal perlu memastikan pemasaran merk Active Cosmetics efektif dan berada di tangan yang tepat. Caranya yaitu dengan melakukan background check terhadap kandidat potensial influencer sebelum menandatangani kontrak.

Background check merupakan salah satu tahap dari tiga tahap proses seleksi influencer yang dilakukan oleh L’Oreal. Tahap pertama yaitu menyaring potensial influencer dengan menggunakan kata kunci Active Cosmetics. Daftar pengguna yang menyebutkan kata kunci tersebut kemudian disaring lagi berdasarkan beberapa kriteria tertentu yang tujuannya untuk menyingkirkan influencer palsu.

Tahap kedua yaitu menyaring potensial influencer berdasarkan buku panduan khusus divisi media sosial. Setelah mendapatkan sekelompok influencer yang sesuai dengan kriteria, maka dilakukan tahap ketiga yaitu melakukan background check. L’Oreal bekerja sama dengan pihak ketiga profesional dan terpercaya dalam melakukan background check.

Dengan melakukan background check, divisi media sosial berharap bisa mengetahui riwayat konten influencer tak hanya di platform Instagram, tetapi juga platform media sosial lainnya. Dengan riwayat yang baik artinya meminimalkan risiko influencer fraud yang berpotensi merugikan merek.

Pada dasarnya, melalui background check perusahaan bisa mendapatkan informasi terverifikasi terkait latar belakang calon mitra bisnis atau karyawan – contohnya, riwayat pendidikan, riwayat kerja, catatan kriminal, dan lain-lain – sehingga meminimalkan potensi risiko apabila terjadi kesepakatan kerjasama. Untuk informasi lebih detail mengenai bagaimana background check membantu perusahaan Anda dalam mitigasi risiko, jangan ragu untuk hubungi kami.

 

Baca Juga:

Begini Cara Background Screening Menyaring Kandidat yang Tepat

Influencer Fraud: Risiko Mengintai Di Balik Pemasaran Influencer

 

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search