Media Sosial Sebagai Alat Seleksi Kandidat

 In Artikel

Kita saat ini hidup pada abad 21 di mana penggunaan media sosial semakin populer dalam 10 tahun belakangan. Meningkatnya popularitas media sosial memberikan pengaruh signifkan terhadap pola pikir dan cara hidup orang-orang.

Dari sisi para pengusaha, popularitas media sosial mengubah praktik terbaik dalam merekrut tenaga kerja. Mereka tak hanya melakukan reference check dan riwayat pendidikan, tetapi juga background check yang menyeluruh. Media sosial kini bukan hanya tempat untuk menemukan teman-teman lama, berbagi konten dan cerita, tetapi juga bisa digunakan sebagai langkah awal melakukan seleksi kandidat karyawan.

Platform media sosial tak hanya menunjukkan kebiasaan seseoranga tetapi juga perilaku. Dari platform ini perusahaan bisa mengetahui apabila kandidat memiliki perilaku yang berpotensi menimbulkan masalah serius di lingkungan kerja. Dari profil online perusahaan bisa mengetahui apabila kandidat terlibat dalam organisasi radikal berbahaya.

Media sosial sebagai alat seleksi kandidat berpotensi mencegah potensi perusahaan salah mempekerjakan kandidat dan dalam jangka panjang membantu perusahaan mempromosikan hubungan yang positif di antara karyawannya.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search