Bagaimana Bitcoin Bisa Digunakan Untuk Pencucian Uang?

 In Artikel

Bitcoin, mata uang digital pertama di dunia, sejak kemunculannya sudah diiringi oleh banyak stigma negatif. Tiga kata kunci yang mengiringi bitcoin yaitu ledger, desentralisasi, dan anonimitas. Sistem transaksi bitcoin didukung oleh sistem blockchain yaitu sebuah ledger atau buku besar digital yang terdesentralisasi di mana setiap detail transaksi para pengguna tercatat di dalamnya, dan catatan transaksi tersebut tak dapat diubah serta dapat dilihat oleh semua pengguna. Tak seperti transaksi konvensional, transaksi bitcoin tak membutuhkan perantara sehingga dalam prosesnya tak perlu verifikasi identitas dan identitas pengguna yang ditampilkan dalam buku besar hanya berupa kode.

Anonimitas ini yang membuat bitcoin kerap dituding sebagai alat transaksi tindak kriminal, termasuk pencucian uang. Apakah benar bitcoin menawarkan anonimitas sepenuhnya? Sebenarnya tidak juga. Meskipun identitas pengguna hanya ditampilkan dalam bentuk kode, namun semua detail transaksi seperti jumlah, dari mana dan ke mana transaksi mengalir tersimpan dalam blockchain dan tak dapat diubah. Detail transaksi yang tercatat ini menjadi jejak audit.

Para pelaku kejahatan menyadari bahwa anonimitas bitcoin kurang mumpuni. Jika seorang pelaku pencucian uang ingin menggunakan bitcoin sebagai alat cuci, setidaknya ada dua hal yang perlu ia lakukan untuk mendapatkan kerahasiaan transaksi yang lebih baik.

  1. Transaksi ke Altcoin

Jika pelaku ingin memanfaatkan mata uang digital untuk pencucian uang, maka ia perlu menukarkan uang fiatnya dengan bitcoin dan menukarkan bitcoinnya dengan altcoin – mata uang digital selain bitcoin. Altcoin hanya bisa dibeli dengan bitcoin.

Saat ini banyak bermunculan altcoin yang menawarkan anonimitas yang jauh lebih baik daripada bitcoin – contohnya, Monero, Dash, dan Zcash. Altcoin inilah yang kerap digunakan sebagai transaksi ilegal, termasuk pencucian uang. Berdasarkan data ChiperTrace, perusahaan keamanan data, sepanjang tahun 2018 uang yang sudah dicuci melalui kriptokurensi mencapai 761 juta dolar AS atau setara sekitar 11 triliun rupiah.

Mengapa altcoin lebih unggul dalam aspek anonimitas dibanding bitcoin? Altcoin memang dirancang untuk unggul dalam hal kerahasiaan transaksi dengan mengimplementasikan ‘zero-proof technology’. Teknologi ini menghilangkan jejak audit dalam buku besar blockchain sehingga pelacakan lebih sulit dilakukan. Mata uang digital yang pertama kali mengimplementasikan teknologi ini adalah Zcash. Modus ini biasanya dikombinasikan dengan modus lainnya yaitu menggunakan ‘coin mixer’.

  1. Coin Mixer

Coin mixer adalah sebuah layanan berbayar yang menawarkan kerahasiaan transaksi bitcoin atau altcoin dengan cara ‘mencampur’ koin digital kita dengan koin digital milik pengguna lainnya untuk menghilangkan jejak sumber dana.

Ibaratnya, koin kita dan pengguna lain dimasukkan ke dalam sebuah tumbler, lalu tumbler tersebut dikocok, maka tercampurlah koin tersebut dan kita tak tahu koin mana yang berasal dari wallet kita dan pengguna lain. Coin mixer disebut juga dengan coin tumbling, bitcoin tumbling atau bitcoin washing.

Menerapkan setidaknya dua langkah tersebut tak serta merta membuat aliran uang aman. Pada satu titik, para pelaku akan mencairkan bitcoin ke mata uang fiat yang artinya mereka harus berurusan dengan bank yang membutuhkan proses verifikasi identitas. Ditambah lagi, para analis juga bisa melakukan monitoring terkait anomali transaksi untuk melaporkan adanya red flag. Blockchain, jika ditandem dengan alat monitoring, akan meningkatkan peluang visibilitas aktivitas para pengguna bitcoin. Itulah mengapa implementasi blockchain sebenarnya merupakan pendekatan yang baik dalam sistem Anti-money Laundering (AML) dalam aspek transparansi.

 

 

Sumber:

https://cryptalker.com/bitcoin-mixer/

https://coinsutra.com/anonymous-bitcoin-transactions/

https://bitcoinmagazine.com/articles/bitcoin-laundering-study-where-do-criminals-turn-mask-illicit-cryptoassets/

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search