Freelancers Menjamur, Ini 3 Poin Penting Dalam Background Check

 In Artikel

‘Gig economy’, istilah yang akhir-akhir ini menjadi tren dalam dunia tenaga kerja merujuk pada maraknya pekerja-pekerja lepas secara online yang siap bekerja saat dibutuhkan. Jika dulu kita terbiasa dengan pakem pekerjaan permanen, stabil, dan 9 jam kerja, maka di era digital ini ‘gig’ menjadi hal yang baru yang mulai dianggap lumrah.

Di Indonesia, tak terasa ‘gig economy’ mulai berkembang. Namun, perkembangan tersebut masih terfokus pada industri transportasi, khususnya ride-sharing. Pengendara ojek dan taksi online adalah contohnya.

Perubahan tren pasar tenaga kerja ini memberi dampak terhadap bagaimana perusahaan merekrut tenaga kerja. Tentunya proses perekrutan tenaga kerja lepas dan permanen berbeda.

Proses rekrutmen pekerja lepas cenderung lebih pendek dan tak sekompleks dibanding pekerja permanen. Oleh karena itu, perusahaan justru cenderung melewati tahapan screening dan background check. Padahal risiko mempekerjakan tenaga kerja lepas lebih besar karena perusahaan tak bisa mengontrol dan mengawasi mereka secara langsung.

Dilansir dari Forbes bahwa pada tahun 2030, generasi millennials tidak lagi betah bekerja dengan model 9 to 5 seperti saat ini. Dengan kata lain ketersediaan tenaga kerja lepas akan semakin banyak dan pekerja lepas menjadi sesuatu yang wajar. Mau tak mau perusahaan perlu melakukan background check sebelum merekrut mereka.

Ada tiga poin yang dalam melakukan background check dalam ‘gig economy’:

  1. Jangka waktu antara rekrutmen pekerja lepas dan dimulainya pekerjaan terhitung lebih pendek daripada rekrutmen pekerja tetap. Background checking perlu dilakukan dengan cepat. Oleh karena itu, Perusahaan perlu memilih mitra screening yang bisa dipercaya memberikan hasil dalam waktu yang singkat.
  2. Perusahaan perlu konsisten dalam menerapkan tingkat background checking yang sama terhadap kandidat pegawai tetap untuk posisi yang sama pada pegawai tetap.
  3. Perusahaan perlu menerapkan peraturan sanksi secara konsisten terhadap pegawai lepas seperti terhadap pegawai tetap apabila menemukan tindakan pelanggaran.

 

 

Sumber:

http://www.thejakartapost.com/academia/2017/11/28/gig-economy-revolutionizes-our-view-of-work.html

https://www.bbc.com/news/business-38930048

https://www.justifacts.com/resources/background-screening-for-the-gig-economy/

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search