Crowdfunding: Risiko Kecurangan Pada Dana Patungan Online

 In Artikel

Crowdfunding mulai populer pada tahun 2012 sebagai sebuah alternatif pembiayaan bagi individu atau kelompok. Seperti namanya, ‘crowdfunding’, dana yang diperoleh berasal dari ‘crowd’ atau masyarakat atau individu. Pada dasarnya, istilah tersebut menggambarkan sebuah metode memperoleh pendanaan patungan dari individu dan kelompok masyarakat (supporters) yang biasanya dilakukan pada platform crowdfunding untuk sebuah proyek dalam aspek kemanusiaan, sosial, atau bisnis .

Gaung crowdfunding mulai terdengar di Indonesia pada sekitar 2013. Kitabisa dan Gandengtangan.org dan Provesty adalah beberapa contoh platform crowdfunding  Indonesia. Semakin populer sebuah platform, semakin banyak celah yang bisa dimanfaatkan oknum project owner untuk menyalahgunakan uang para supporters (disebut juga dengan investor/ backer/ donatur).

 

Rentan fraud

Sebut saja platform crowdfunding raksasa seperti Indiegogo, Kickstarter dan GoFundMe, tak luput dari kecurangan tersebut. Seperti yang dilaporkan oleh The Verge (29/8) bahwa FTC sedang menginvestigasi startup dibalik produk iBackPack yang mendapatkan pendanaan dari dua raksasa platform – Indiegogo dan Kickstarter – sebesar hampir 800.000 dolar AS yang saat ini menghilang tanpa menepati janjinya pada para backers yang sudah menginvestasikan uangnya.

iBackPack adalah sebuah tas ransel yang menjanjikan teknologi revolusioner lantaran dilengkapi berbagai macam kebutuhan para pengguna laptop, termasuk klaim ‘anti-peluru’ dan ‘kompartemen rahasia’. Startup dibalik produk ini mengampanyekan ide bisnisnya melalui akun username Monahan dan menjanjikan pengiriman produk bagi para backers. Namun, hingga kini belum ada satupun backer yang mendapatkan produk yang dijanjikan dan mereka tak bisa menghubungi startup tersebut karena website dan email iBackPack tak aktif lagi dan Monahan juga tak bisa dihubungi.

Di Indonesia sendiri sempat heboh dengan kasus Cak Budi yang dituding menggunakan dana urunan di platform Kitabisa untuk membeli smartphone dan kendaraan mewah. Ia berdalih bahwa smartphone dan mobil tersebut digunakan sebagai modal operasional kegiatan kemanusiaannya. Walaupun pada akhirnya ia menyerahkan semuanya pada badan kemanusiaan yang legal dan disepakati, namun kejadian tersebut membuat publik menyadari rentannya penyalahgunaan dana hasil crowdfunding.

 

Lakukan due diligence sendiri

Di Inggris Raya, Financial Conduct Authority (FCA) membuat kerangka kerja terkait investasi crowdfunding yang bersifat fleksibel untuk mendukung semua pemegang kepentingan. Oleh karena itu, jika berbicara mengenai aturan secara mendetail, setiap platform memiliki pendekatan due diligence yang berbeda satu sama lain.

Adapun di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki aturan untuk perusahaan fintech, namun untuk crowdfunding baru akan diterbitkan sekitar bulan September. Itupun tak mencakup semua jenis crowdfunding, hanya crowdfunding yang menjanjikan imbal balik pada supporter-nya. Senada dengan platform mancanegara, platform di Indonesia juga memiliki pendekatan due diligence yang berbeda satu sama lain.

Meskipun setiap platform melakukan due diligence terhadap para project owner, namun sebagai supporter harus tetap melakukan due diligence sendiri sebelum memutuskan untuk mendukung. Contoh, sebuah proyek bisnis berisiko gagal atau tak jadi apabila dana yang dikumpulkan tak mencapai target pada batas periode yang sudah ditentukan. Supporter perlu mempertimbangkan risiko tersebut dan sebisa mungkin mencari tahu akuntabilitas project owner. Setidaknya yang perlu diperiksa oleh supporter yaitu legalitas organisasi, nomor kontak organisasi, website dan email, nomor kontak project owner,dan menilai apakah proyek yang diusung cukup masuk akal untuk diwujudkan.

 

 

Sumber:

https://www.kickstarter.com/blog/accountability-on-kickstarter?page=2

https://www.theverge.com/circuitbreaker/2018/8/29/17793720/ftc-ibackpack-investigation-indiegogo-kickstarter

http://www.whatinvestment.co.uk/crowdfunding-platforms-carry-due-diligence-firms-2552990/

https://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-terbitkan-aturan-equity-crowdfunding-ini-kata-koperasi

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search