Bagaimana Perusahaan Melakukan Investigasi Internal?

 In Artikel

Investigasi internal merupakan bagian penting dalam penanganan masalah-masalah tertentu yang tak bisa diselesaikan secara informal dalam perusahaan. Investigasi yang tak lengkap atau cacat dapat menyebabkan karyawan atau pihak-pihak tertentu rentan terhadap klaim yang tak adil atau berdampak terhadap kerugian finansial dan reputasi perusahaan.

Seperti yang pernah dialami oleh IBM pada 2015 yaitu kasus gugatan dari mantan Vice President-nya yang merasa dihentikan dari pekerjaan dengan alasan tak mendasar – usia terlalu tua. Menurut juri pengadilan, proses hasil investigasi HR perusahaan cenderung hanya pada satu sisi dan tak mampu memberikan bukti untuk mematahkan tuntutan. IBM akhirnya harus berdamai dengan membayar denda 4.1 juta dolar AS pada Castellucio.

 

Lalu bagaimana melakukan investigasi internal yang seharusnya?

  1. Tunjuk investigator

Investigator bisa jadi profesional HR atau pihak di luar perusahaan. Yang jelas orang yang dipilih untuk melakukan penyelidikan harus independen dan obyektif dan tidak boleh berada dalam posisi otoritas langsung atas salah satu orang yang terlibat dalam pengaduan.

  1. Mulai dari kode etik (code of conduct)

Ini adalah salah satu pentingnya perusahaan memiliki kode etik yang jelas dalam bentuk tulisan. Kode etik mengandung kebijakan-kebijakan perusahaan termasuk dalam hal menangani komplain. Berbeda jenis komplain, berbeda prosedur penanganannya. Berdasarkan kode etik, investigator bisa mengumpulkan informasi terkait perilaku dan menentukan apakah aktivitas yang dikomplain melanggar kebijakan perusahaan.

  1. Buat rencana investigasi

Siapa yang akan diwawancara? Apa saja pertanyaan yang akan diajukan? Pastikan investigator mendapatkan informasi dari banyak pihak yang terlibat, tidak memihak dan tidak bias.

  1. Kumpulkan bukti

Kumpulkan dan rekam berbagai bukti pendukung yang tersedia untuk investigasi. Bukti bisa dalam bentuk e-mail, rekaman video, laporan, wawancara saksi mata dan sebainya.

  1. Laporan akhir

Buat laporan penyelidikan dengan merangkum bukti dan hasil yang direkomendasikan. Sertakan bukti pendukung, hukum yang berlaku, peraturan atau kebijakan perusahaan terkait kasus tersebut dan buat garis besar tindakan yang perlu dilakukan.

 

 

Source: https://www.shrm.org/hr-today/news/hr-magazine/pages/1214-workplace-investigations.aspx

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search