41% Pelaku Fraud Tunjukkan Gejala Perilaku Gaya Hidup Berlebihan

 In Artikel

Para pelaku kecurangan atau fraud selalu memiliki motif dibalik tindakan mereka yang umumnya didahului dengan perilaku-perilaku tertentu yang patut dicurigai. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan dalam laporan Nation on Occupational Fraud and Abuse tahun 2018,dari 85% kasus occupational fraud, para pelaku setidaknya menunjukkan satu gejala perilaku fraud dan dari 50% kasus para pelaku menunjukkan lebih dari dua gejala perilaku.

Pelaku selalu memiliki tiga elemen sebelum memutuskan melakukan kecurangan yaitu motivasi, peluang dan rasionalisasi yang ditunjukkan dengan gejala-gejala perilaku tertentu. Memahami gejala perilaku tersebut membantu kita dalam mengegah dan memitigasi occupational fraud. Berdasarkan hasil survei tersebut ada tujuh belas gejala perilaku yang ditemukan dalam studi kasus occupational fraud. Berikut enam gejala utama yang perlu diwaspadai:

  1. Gaya hidup berlebihan (41%)
  2. Mengalami kesulitan finansial (29%)
  3. Memiliki kedekatan yang tak wajar dengan vendor atau pihak ketiga (20%)
  4. Memiliki masalah kendali – tak ingin berbagi pekerjaan (15%)
  5. Perceraian / masalah keluarga (14%)
  6. Berperilaku licik (13%)

 

Pelaku fraud yang paling banyak yaitu berasal dari karyawan (44%), diikuti oleh manager (34%), pemilik/eksekutif (19%), dan lainnya (3%). Fraud yang dilakukan oleh pemilik menyebabkan kerugian terbesar dengan median hingga 850000 USD.

Menariknya, umumnya pelaku kecurangan tersebut tak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Berdasarkan laporan yang sama hanya 4% dari pelaku yang divonis hukuman terkait kejahatannya. Hal ini menunjukkan bahwa umumnya pelaku kecurangan melakukan tindakan tersebut untuk pertama kalinya.

Namun, data lain menunjukkan bahwa antara 58% dan 69% kasus occupational fraud tak pernah dilaporkan kepada pihak berwajib. Umumnya perusahaan tak ingin ada publikasi buruk karena kasus tersebut. Seperti fenomena gunung es, jumlah para pelaku berulang kemungkinan lebih banyak dari yang diidentifikasi melalui data vonis.

 

 

Sumber:

https://s3-us-west-2.amazonaws.com/acfepublic/2018-report-to-the-nations.pdf

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search