4 Hal Ini Berpotensi Membuat Pemberantasan Fraud di Perusahaan Tak Efektif

 In Artikel

Sudah tak diragukan whistleblowing hotline adalah elemen penting dalam sebuah perusahaan, terutama di negara yang risiko korupsinya tinggi. Namun, memiliki reporting tooltak serta merta mencegah dan memberantas fraud di perusahaan. Perusahaan perlu membangun kebijakan yang kuat agar elemen ini dapat bekerja efektif.   Ada empat tantangan dalam penerapan whistleblowing yang perlu menjadi perhatian perusahaan dan organisasi:

 

1. Infrastruktur tak memadai

Infrastruktur yang tak memadai berpotensi menghambat pemberantasan fraud. Menurut Dino Bossi, partner di Addveritas, saat diwawancara oleh CNBC, whistleblowers mencari tiga jaminan saat mereka memutuskan untuk melaporkan penyimpangan yang terjadi di tempat kerja mereka, dua diantaranya yaitu mereka ingin sistem yang bisa mereka akses dan jaminan kerahasiaan.

Perusahaan perlu membuat kanal whistleblowing yang komprehensif, bersifat rahasia (confidential), dan memadai untuk pelaporan (telepon, email, website, dan sebagainya). Kanal yang komprehensif memberikan pilihan kemudahan pelaporan bagi whistleblowers. Pastikan jangan sampai kanal-kanal tersebut tak berfungsi.

 

2. Kesadaran rendah

Memiliki kanal pelaporan yang komprehensif tak cukup, kesadaran karyawan dan supplier juga sangat penting. Perusahaan perlu membuat program anti-fraud awareness bagi para karyawan dan suppliernya. Perusahaan harus membuat kebijakan dan kanal whistleblowing dan mensosialisasikannya pada mereka. Perusahaan harus memastikan semua level pegawai sadar tentang konsekuensi fraud dan berkomitmen untuk melaporkan jika menemukan penyimpangan.

 

3. Tak ada tindakan terhadap pelaporan

Masih menurut Dino, jaminan lain yang diharapkan whistleblowers adalah mereka ingin tahu apakah laporan mereka sudah ditangani dengan baik dan benar. Program pelaporan harus disertai dengan case number untuk setiap laporan yang masuk. Jika kasus yang ditangani membutuhkan waktu panjang untuk investigasi, pelapor perlu mendapatkan kabar mengenai kemajuan kasus.

 

4. Mengabaikan teknologi terkini

Mengabaikan teknologi terkini sama saja tertinggal satu langkah di belakang pelaku fraud. Analitik data merupakan alat yang berguna bagi perusahaan untuk merespon fraud secara proaktif. Kini tersedia perangkat lunak analitik data yang dapat membantu para profesional anti-fraud mendeteksi ‘gejala’ fraud sehingga bisa menanganinya sedini mungkin. Selain data analitik, perusahaan dan organisasi perlu terus update informasi terkait digital security untuk memastikan bahwa informasi whistleblowers tetap aman, tak ada kebocoran.

 

 

Sumber:

https://www.cnbc.com/2017/04/11/barclays-ceo-staley-has-punctured-confidence-in-whistleblowing-system-says-expert.html

https://acfeinsights.squarespace.com/acfe-insights/2017/12/5/4-challenges-to-creating-an-effective-whistleblowing-policy-and-how-to-overcome-them

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search