4 Upaya yang Bisa Dilakukan Perusahaan Mengatasi Tingginya Turnover Tenaga sales

 In Artikel

Berdasarkan riset Glassdoor, posisi salesperson atau tenaga penjual profesional adalah salah satu posisi yang banyak diincar dalam sebuah perusahaan. Namun, posisi ini juga punya tingkat turnover yang cenderung tinggi karena tekanan target, kurangnya pelatihan dan faktor lainnya.

Menurut penelitian Bridge Group setidaknya turnover tahunan di departemen sales mencapai 20% – mencapai 34% jika voluntary dan involuntary turnover digabung. Padahal tenaga penjual menjadi ujung tombak bagi sebuah perusahaan. Kerugian biaya rekrutmen,onboarding, pemasukan terhambat, potensi kehilangan klien, dan kerugian moral merupakan kerugian-kerugian yang berpotensi ditanggung perusahaan yang jika dipersentasekan bisa mencapai 200% dari gaji tahunan seorang tenaga penjual.

Ada banyak penyebab tingginya turnover tenaga penjual dan setiap perusahaan memiliki akar permasalahan yang berbeda. Namun, secara umum berikut upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi tingginya turnover tersebut.

 

1. Dimulai dari proses seleksi

Menemukan tenaga penjual yang benar-benar memiliki kualitas keahlian yang mumpuni tidaklah mudah. Perusahaan bisa jadi salah memilih kandidat yang pada akhirnya ia frustrasi dan keluar dari pekerjaan. The Gallup Management Journal mencatat bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk memperbaiki cara seleksi adalah dengan menjadikan profil tenaga kerja yang sudah terbukti mumpuni sebagai model ketika memutuskan untuk merektrut tenaga lainnya. Tentu saja, penting bagi perusahaan untuk melakukan pre-elementary screening sebelum memutuskan.

2. Perbaiki manajemen

Terkadangskill set bukan penyebab tingginya turnover, bisa jadi malah disebabkan karena manajer tak memberikan pelatihan pada pegawai baru. Training yang memadai dan bimbingan dari manajer membantu mengarahkan skill set tenaga penjual dengan benar. Fokus pada parameter yang tak tepat bisa juga memicu turnover tinggi. Contohya, seorang tenaga penjual yang performanya sangat baik pasti akan kesal jika manajemen mempermasalahkan secara serius 10 menit keterlambatannya saat masuk kantor. Ia akan merasa kontribusinya terhadap penjualan tak dianggap.

3. Target yang jelas

Seorang tenaga penjual bisa menunjukan performa jika ia mengetahui target yang jelas, masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan. Target dikatakan bukan target jika tim bisa dengan mudah mencapainya. Namun, target dikatakan tak masuk akal jika seberapapun usaha yang dikerahkan tim, tetap tak mencapai target. Target dikatakan target jika tim berusaha, maka besar kemungkinan bisa tercapai. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan tenaga penjual dan manajer dalam menetapkan target supaya tim sadar akan tanggung jawab dan tak saling menyalahkan apabila hasil tak sesuai target.

4. Remunerasi yang transparan

Menurut Wahyu Purnomo, seorang Penulis, Business Coach & Sales Trainer Specialist pada websitenya faktor terbesar yang membuat seorang tenaga penjual mau bertahan dengan segala tekanan di bidang sales adalah remunerasi dalam bentuk bonus, insentif atau komisi. Skema remunerasi mana yang dipilih perusahaan tergantung pada kebijakan perusahaan. Menurutnya, yang terpenting remunerasi tersebut sifatnya transparan dan jelas perhitungannya sehingga tenaga penjual tahu apa targetnya dan apa yang akan diperolehnya.

 

sumber:

http://smallbusiness.chron.com/causes-high-turnover-rate-sales-personnel-11753.html
https://salesdrive.info/high-turnover-in-the-sales-department/
http://smallbusiness.chron.com/causes-high-turnover-rate-sales-personnel-11753.html
https://www.forbes.com/sites/christinecomaford/2016/06/18/how-leaders-can-engage-retain-top-sales-talent/#62217ce35cbb
http://www.wahyu-purnomo.com/

 

 

Recent Posts

Start typing and press Enter to search