Background for Kebijakan AI

Kebijakan AI

Integrity Asia menggunakan perangkat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung produktivitas internal dan peningkatan kualitas, dengan tetap menjaga standar kerahasiaan dan perlindungan data yang ketat.

Kami menerapkan prinsip-prinsip berikut:

  • Kerahasiaan dan minimalisasi data: Kami tidak memasukkan informasi rahasia klien, detail kasus whistleblowing, bukti investigasi, maupun pengenal data pribadi (seperti nomor identitas, informasi kontak, atau tanggal lahir) ke dalam alat AI publik. Apabila AI digunakan, informasi yang diproses dibatasi seminimal mungkin dan, jika diperlukan, dianonimkan.
  • Pengawasan manusia bersifat wajib: Hasil keluaran AI diperlakukan semata-mata sebagai bahan pendukung awal. Setiap hasil kerja atau konten yang disampaikan kepada klien harus ditinjau, diverifikasi, dan menjadi tanggung jawab penuh anggota tim Integrity yang berwenang.
  • Verifikasi sebelum digunakan: Keluaran AI dapat bersifat tidak lengkap, kurang akurat, atau tidak sepenuhnya mencerminkan konteks suatu kasus. Oleh karena itu, tim kami melakukan penilaian menyeluruh dengan membandingkannya terhadap sumber-sumber tepercaya sebelum menggunakan hasil yang dibantu AI.
  • Keamanan dan tata kelola: Kami hanya menggunakan perangkat AI yang telah disetujui serta menerapkan pengendalian internal untuk meminimalkan risiko dan mencegah pengungkapan informasi yang tidak berwenang.

Pernyataan ini merangkum pendekatan kami terhadap penggunaan AI. Kebijakan AI internal kami memuat aturan, pengendalian, serta prosedur eskalasi yang lebih rinci bagi karyawan dan kontraktor.

Skip to news content

Berita Terbaru