Reference Check: Langkah HR Menggali Performa Calon Karyawan

Putri Pertiwi
July 22, 2025
4 menit membaca
Reference Check

Pre-employment screening telah dilakukan, begitu juga wawancara.  Apakah Anda yakin jawaban kandidat selama wawancara dapat dipercaya? Penting bagi perekrut atau pewawancara untuk melihat dan menilai karyawan dengan rasa pesimis hingga tahap rekrutmen berakhir.

Faktanya, sangat sulit untuk mengetahui seperti apa seseorang bekerja sehari-hari hanya berdasarkan jawabannya selama proses interview. Dengan demikian, HR atau perekrut harus menjalankan reference check.

Apa itu Reference Check?

Reference check adalah proses verifikasi informasi yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang kinerja, kepribadian, dan etos kerja kandidat di tempat kerja sebelumnya. Verifikasi dilakukan berdasarkan informasi yang dikonfirmasi oleh individu-individu kunci.

Individu Kunci Dalam Reference Check

Menentukan siapa yang harus dihubungi selama reference check adalah langkah kritis. Berikut adalah beberapa individu kunci yang biasanya memberikan informasi paling relevan dan obyektif:

  • Supervisor Langsung

Orang ini adalah yang paling mengetahui kinerja dan kontribusi kandidat sehari-hari. Supervisor langsung dapat memberikan wawasan mendalam tentang kekuatan dan kelemahan kandidat, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan tim.

  • Atasan 

Selain supervisor langsung, atasan atau manajer senior juga bisa memberikan perspektif yang berharga tentang kinerja kandidat secara keseluruhan dan bagaimana mereka berkontribusi pada tujuan organisasi yang lebih besar.

  • Klien atau kolega

Kadang-kadang, mendapatkan perspektif dari klien atau rekan kerja yang telah berinteraksi langsung dengan kandidat juga bisa sangat bermanfaat. Mereka dapat memberikan pandangan yang lebih luas tentang bagaimana kandidat bekerja dalam situasi yang berbeda dan di bawah tekanan.

Menafsirkan Informasi

Setelah mendapatkan umpan balik dari individu kunci, langkah berikutnya adalah menafsirkan informasi tersebut. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Referensi negatif

Jika feedback yang diberikan oleh referensi adalah negatif atau hanya memberikan informasi dasar seperti nama, jabatan, dan tanggal bekerja, ini bisa menjadi pertanda bahwa kinerja kandidat tidak memuaskan atau perusahaan sebelumnya memiliki kebijakan untuk tidak memberikan informasi lebih lanjut.

2. Diskrepansi

Jika ada perbedaan signifikan antara informasi yang diberikan oleh referensi dan yang dikatakan oleh kandidat selama wawancara, hal ini perlu diwaspadai. Diskprepansi dapat menunjukkan bahwa kandidat mungkin tidak jujur tentang pengalaman atau keterampilan mereka.

3. Referensi yang terlalu positif

Meski referensi positif sangat diinginkan, referensi yang terlalu sempurna tanpa mengungkapkan kekurangan apa pun juga bisa mencurigakan. Referensi yang baik akan memberikan pandangan seimbang tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan oleh kandidat.

Contoh Kasus: Kinerja Tidak Sesuai Klaim

Sebuah kasus pemeriksaan latar belakang melibatkan kandidat yang melamar posisi administrasi eksekutif. Melalui reference check terhadap mantan atasan, ditemukan sejumlah red flags. Selama tiga bulan masa kerjanya, kandidat gagal menjalankan tugas dengan baik. Lebih jauh, diketahui bahwa kandidat pernah memalsukan dokumen resmi untuk kepentingan pribadi, termasuk penggunaan stempel perusahaan tanpa izin serta pemalsuan surat keterangan sakit.

Solusi Background Check Calon Karyawan

Dengan mengintegrasikan reference check dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya dapat mengurangi risiko kesalahan rekrutmen tetapi juga memastikan bahwa mereka memilih kandidat yang paling cocok untuk posisi yang tersedia. Akan tetapi, proses reference check memang membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ada kalanya perusahaan Anda membutuhkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukannya.

Pastikan proses skrining calon karyawan yang lebih menyeluruh dan obyektif dengan layanan employment background screening dari Integrity Indonesia, mengapa?

  • Pengalaman lebih dari 20 tahun
    Integrity Indonesia telah membantu berbagai perusahaan di beragam industri untuk memastikan proses rekrutmen yang aman dan akurat.
  • Layanan lengkap dalam satu platform
    Melalui Prisma, aplikasi screening satu pintu, proses employment background screening menjadi lebih efektif dan efisien.
  • Pendekatan objektif dan menyeluruh
    Tim ahli kami memastikan setiap pemeriksaan dilakukan secara mendalam untuk meminimalkan risiko kesalahan rekrutmen.
  • Solusi kepatuhan yang terintegrasi
    Selain reference check, kami juga menyediakan berbagai layanan kepatuhan untuk mendukung proses rekrutmen perusahaan.

Hubungi kami untuk memastikan proses rekrutmen Anda lebih aman dan efektif dengan layanan employment background screening dari Integrity Indonesia.

Integrity Indonesia telah dipercaya oleh klien kami dari berbagai latar belakang bisnis selama lebih dari dua dekade untuk melakukan employment background screening, termasuk reference check, dan menyediakan laporan analisis yang komprehensif melalui Prisma, aplikasi employment screening satu pintu yang membuat proses ini lebih cepat, tepat, dan komprehensif.

Untuk informasi lebih lanjut tentang employment background screening dan layanan kepatuhan lainnya, hubungi kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

  1. Kapan waktu terbaik melakukan reference check dalam proses rekrutmen?

Idealnya dilakukan setelah kandidat lolos tahap wawancara dan sebelum penawaran kerja diberikan, sehingga hasilnya dapat memengaruhi keputusan akhir.

  1. Apa risiko jika perusahaan melewatkan reference check?

Risiko meliputi salah rekrutmen, meningkatnya biaya pelatihan, potensi masalah kinerja, dan dampak negatif pada tim atau reputasi perusahaan.

  1. Berapa lama proses reference check biasanya berlangsung?

Durasi rata-rata 3–5 hari kerja, tergantung jumlah referensi yang dihubungi dan kecepatan respon pihak terkait.

  1. Apa saja pertanyaan penting yang sebaiknya diajukan dalam reference check?

Beberapa pertanyaan utama mencakup kinerja kandidat, kekuatan dan kelemahan, etos kerja, kemampuan bekerja sama, serta alasan meninggalkan perusahaan sebelumnya.

 

Image: freepik

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.