Perlindungan merek dagang, cegah pelanggaran dan mitigasi risiko sengketa

Putri Pertiwi
October 10, 2023
3 menit membaca
trademark protection

Merek bukan hanya logo atau nama, namun representasi dari nilai, kualitas, dan identitas bisnis. Oleh karenanya, perlindungan merek dagang menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk mengamankan integritas dan reputasi merek.

Beberapa kasus pelanggaran merek yang berakhir di meja hijau, seperti Apple Inc. versus Prepear, Hermes versus Mason Rothschild, dan yang baru-baru ini Jack Daniel’s versus VIP Product, memberikan pelajaran penting bagi bisnis untuk melindungi mereknya. 

Menurut penelitian, 47% responden yang merupakan profesional di bidang merek dagang mengatakan bahwa organisasi mereka menghabiskan hingga $50.000 untuk litigasi pelanggaran merek dagang dan 40% responden menghabiskan antara $50.000 – $249.999.

Selain itu, masih dari penelitian yang sama, 46% responden mengatakan organisasi mereka harus mengubah nama merek sebagai akibat dari pelanggaran. Selain butuh biaya besar dalam prosesnya, pengubahan ini setidaknya berdampak pada empat aspek, yaitu kebingungan konsumen, kehilangan pendapatan, rusaknya reputasi merek, dan mengurangi kepercayaan pelanggan.

Melindungi merek dari risiko pelanggaran

Melakukan investigasi merek dagang merupakan langkah krusial guna antisipasi dari risiko-risiko tersebut. Investigasi bertujuan untuk mencari informasi komprehensif dalam rangka proses validasi merek, yaitu merek terdaftar secara legal dan terpakai. Dengan demikian, merek tersebut akhirnya memiliki pengakuan hukum yang kuat. 

Investigasi komprehensif tersebut meliputi pencarian apakah merek dagang yang diusulkan melanggar merek dagang yang sudah ada. Investigasi ini disebut investigasi merek dagang tidak digunakan (non-use investigation). Tindakan proaktif ini mencegah sengketa hukum yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Untuk merek yang sudah terdaftar, investigasi merek dagang juga dapat berguna untuk mengelola merek. Sebagai contoh, ini bisa digunakan untuk mencari informasi dan mengumpulkan bukti tentang dugaan pelanggaran merek dagang yang telah terdaftar. Informasi dan bukti-bukti ini kemudian dapat menjadi dasar dalam proses hukum di pengadilan. 

Investigasi non-use

Dalam non-use investigation, sebuah investigasi dimulai dengan pemeriksaan pangkalan data otoritas terkait untuk mengetahui pihak mana yang sudah mendaftar merek tertentu lebih dahulu. Investigasi mencakup pemeriksaan awal, nama pendaftar, alamat, klasifikasi produk, logo merek dagang, tanggal pendaftaran, tanggal kadaluarsa pendaftaran.

Kemudian untuk mendapatkan informasi lebih jauh terkait produk dengan merek terdaftar, maka dilakukan pemeriksaan secara rahasia terhadap perusahaan atau individu yang mendaftarkan merek tersebut. Pemeriksaan tersebut biasa menggunakan metode survei lapangan. 

Survei lapangan dilakukan untuk mengetahui secara langsung status merek di pasar. Survei biasa dilakukan di kota-kota besar dan difokuskan pada toko-toko yang menjual produk serupa dan relevan. 

Apabila tak ditemukan produk dengan merek terdaftar di lapangan, akan dibuat surat pernyataan yang menjelaskan ketiadaan produk. Surat tersebut kemudian akan diserahkan pada toko yang dikunjungi untuk ditandatangan dan akan digunakan sebagai bukti dalam pendaftaran merek dagang. Hasil survei lapangan dan investigasi akan membantu perusahaan mengelola aset, menjaga hak kekayaan intelektual dan membantu pengambilan keputusan untuk mengelola risiko selama ekspansi bisnis.

Investigasi merek dagang hendaknya dilakukan oleh semua pemilik merek, baik merek perusahaan maupun perorangan.  

Apabila Anda atau organisasi Anda membutuhkan informasi lebih detail tentang investigasi merek dagang dan layanan mitigasi lainnya, jangan ragu untuk menghubungi Integrity Indonesia atau melalui contact@integrity-asia.com.

Image by rawpixel.com on Freepik

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.