Perang melawan obat palsu dengan senjata OSINT

Putri Pertiwi
January 20, 2025
5 menit membaca
osint

Perkembangan dunia digital mengubah banyak aspek, termasuk salah satunya adalah peredaran obat-obatan palsu. Seiring makin terbukanya informasi dalam internet, semakin banyak pula metode promosi dan penjualan produk obat palsu yang dilakukan oleh berbagai oknum secara anonim. 

Sebenarnya, hal ini bukanlah hal baru. Sejak 2013, World Health Organization (WHO) sudah mengeluarkan pernyataan tentang peredaran obat palsu yang semakin tumbuh subur seiring dengan perkembangan informasi digital.  

Internet telah memungkinkan penjual obat palsu untuk mengakses potensial konsumen di seluruh dunia dan menjual produk ilegal mereka secara anonim melalui marketplace  dan media sosial. Akibatnya, konsumen menjadi lebih rentan daripada sebelumnya, karena mereka mungkin secara tidak sadar memperoleh dan mengonsumsi obat palsu yang dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Terkait hal itu, di tahun yang sama, WHO meluncurkan sistem pengawasan dan pemantauan global. Sistem ini mendorong pelaporan obat palsu guna membantu pemetaan dan identifikasi lalu lintas obat palsu yang beredar di marketplace

Tampaknya, sistem tersebut kurang maksimal karena lebih bersifat pasif menunggu laporan. Setahun setelah diluncurkan, baru sekitar 920 merek obat palsu yang ditemukan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang lebih aktif dan agresif untuk melawan peredaran obat palsu dan ilegal. Di sinilah sistem Open Source Intelligence (OSINT) dapat berperan penting.

Apa Itu OSINT?

OSINT, atau Open Source Intelligence, adalah proses pengumpulan dan analisis informasi yang tersedia untuk umum dari berbagai sumber, seperti media sosial, situs web, publikasi, dan database yang dapat diakses publik.

Manfaat OSINT 

Metode intelijen ini dapat mengeksplorasi berbagai sumber informasi, termasuk ceruk web, postingan sosial media, iklan digital, kuki, bahkan histori pencarian untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai individu atau entitas yang terkait dengan peredaran obat palsu.

Di antara ragam metode OSINT yang bisa digunakan untuk pemantauan, ada dua metode yang paling sering digunakan untuk menelisik informasi seputar obat palsu dan produk komoditas lainnya yang diperjualbelikan secara daringpemantauan marketplace dan pemantauan media sosial.  

(a) Pemantauan marketplace 

Pemantauan marketplace adalah metode yang penting dalam perang melawan obat palsu. Dengan memantau marketplace, otoritas dapat mengidentifikasi potensi sumber obat palsu yang dijual, harganya, dan individu atau kelompok yang terlibat dalam produksi atau distribusinya. Mereka dapat menggunakan informasi ini untuk mengidentifikasi calon tersangka dan mengumpulkan bukti untuk penuntutan.

Salah satu contoh pemantauan marketplace dalam menangani obat palsu adalah operasi akbar yang dilakukan oleh otoritas Euro pada tahun 2022 yang menyita sejumlah besar obat yang disalahgunakan atau palsu, produk dan obat doping dan suplemen makanan, serta vaksin COVID palsu, produk sanitasi, dan perangkat medis.

Sayangnya, karena banyaknya marketplace dan situs web yang menjual obat palsu, pihak berwenang kesulitan untuk memantau semuanya. Banyak pasar dan situs web baru terus dibuat, sehingga sulit bagi pihak berwenang untuk mengikuti kecepatan para pemalsu.

Dalam situasi seperti itu, perlu konsolidasi berbagai pihak, yaitu pihak penegak hukum, otoritas pengawas obat dan makanan, pemilik merek obat resmi, dan tentu saja, konsumen. Tidak tertutup kemungkinan pula keikutsertaan pihak ketiga yang secara khusus bekerja sama dengan pemilik merek obat untuk melakukan pengawasan produk di marketplace, termasuk survei pasar. 

(b) Pemantauan media sosial

Metode lainnya adalah pemantauan media sosial. Metode ini melibatkan pelacakan dan analisis percakapan, postingan, dan perilaku pengguna di berbagai platform media sosial untuk mengidentifikasi potensi kasus obat palsu.

Dengan melacak tagar, kata kunci, dan akun pengguna yang relevan, pihak berwenang dapat memantau dan mendeteksi aktivitas mencurigakan terkait peredaran produk obat palsu. Pemantauan tersebut juga menyasar pada komunitas-komunitas atau grup jejaring sosial yang terkait dengan obat-obatan. 

Ada banyak grup jejaring sosial yang lahir berdasarkan hobi, minat, kebutuhan, region, maupun alasan lain. Ada grup penggemar minuman alkohol, grup jual-beli obat kuat, grup peminat obat herbal, dan lain sebagainya. Grup semacam ini menjadi spot yang ideal untuk dipantau.

Peran investigator dibutuhkan pada tahap ini dengan ‘menyusup’ sebagai anggota dalam grup tersebut, untuk memancing oknum yang mempunyai akses dan informasi ke produsen atau pengedar obat palsu. Ulasan dan komentar dari pengguna juga dapat membantu pihak berwenang mengidentifikasi jika ada aktivitas yang mencurigakan. 

Yang lebih penting, di platform media sosial, pihak berwenang dapat menemukan postingan yang mengiklankan obat dengan harga yang jauh lebih rendah dari biasanya, yang biasa menjadi indikator utama obat palsu.

Pemantauan media sosial juga dapat membantu pihak berwenang mengidentifikasi jaringan dan taktik yang digunakan oleh para pemalsu. Dengan menganalisis perilaku pengguna yang mempromosikan obat palsu, pihak berwenang dapat memperoleh wawasan tentang cara kerja pemalsu, siapa yang mereka targetkan, dan bagaimana mereka mendistribusikan produk mereka. 

Salah satu kasus yang menyoroti peran krusial pengawasan media sosial adalah razia obat palsu terbaru yang dilakukan Polda Metro Jaya. Penyelidikan dan penindakan lebih lanjut dilakukan setelah pihak berwenang menerima laporan adanya akun yang menjual obat palsu.

Perlunya ahli OSINT 

Penggunaan OSINT telah menjadi alat penting dalam perang melawan obat palsu. Dengan memanfaatkan teknologi dan platform daring, pihak berwenang dapat mendeteksi dan mencegah distribusi obat palsu, mengidentifikasi jaringan dan taktik yang digunakan oleh para pemalsu, serta memberikan bukti berharga untuk mendukung tindakan hukum.

Meski demikian, OSINT merupakan cabang intelijen yang membutuhkan sumber daya dengan keahlian khusus. Tim analis Integrity Asia memiliki kompetensi yang kuat dalam mengoperasikan OSINT untuk melakukan pelacakan melalui media daring, menganalisis, dan menginterpretasikan data menjadi sebuah laporan yang komprehensif. 

Choose a platform to share this article. Links will open in a new window.