KYC: Langkah Meminimalkan Risiko Fraud di Lembaga Keuangan Mikro

Setiap tahun pada bulan November, komunitas global memperingati International Fraud Awareness Week, sebuah kampanye yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap risiko kecurangan atau fraud dalam berbagai sektor. Kampanye ini juga mendorong upaya proaktif dalam pencegahan, deteksi, dan mitigasi risiko fraud.
Bagi industri perbankan, khususnya Lembaga Keuangan Mikro (LKM), pekan ini menjadi penting untuk menekankan kewaspadaan terhadap fraud yang cukup rentan terjadi pada sektor ini.
Fokus KYC di Tengah Perubahan Regulasi
LKM memiliki peran besar dalam menyediakan akses keuangan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di pinggiran kota dan pedesaan yang sebagian besar belum dilayani oleh bank umum. Risiko fraud di sektor ini cukup tinggi, mengingat berbagai tantangan operasional dan keterbatasan Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, penerapan prosedur Know Your Customer (KYC) yang ketat menjadi langkah penting dalam meminimalisasi risiko fraud.
Dr. Eky Amrullah, Chief Operating Officer (COO) PT Nusantara Bina Artha, perusahaan holding company dari BPR Nusumma Group, membagi pengalamannya tentang penerapan KYC di tengah perubahan regulasi yang dinamis. BPR Nusumma Group atau dikenal sebagai Bank Nusumma merupakan lembaga keuangan yang menyediakan layanan perbankan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan serta masyarakat luas.
Apa itu KYC
Know Your Customer atau KYC adalah serangkaian proses dan kebijakan yang diterapkan oleh lembaga keuangan, termasuk LKM, untuk mengidentifikasi dan memverifikasi identitas calon nasabah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penggunaan layanan keuangan oleh pihak yang tidak sah atau berpotensi melakukan kecurangan atau tindakan kriminal.
Implementasi KYC di LKM
Bank Nusumma sebagai LKM, memiliki panduan KYC yang dirancang agar sesuai dengan regulasi yang berlaku guna melindungi nasabah serta menjaga reputasi lembaga.
Dr. Eky memaparkan, “Bagi nasabah yang ingin mengajukan pinjaman, kami menerapkan pedoman 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Cashflow, dan Collateral. Proses ini mencakup pemeriksaan menyeluruh, seperti penilaian karakter nasabah dan kapasitas mereka untuk membayar pinjaman. Contohnya, untuk pinjaman modal kerja sebesar 100 juta, nasabah diharapkan memiliki partisipas modal sendiri sebesar 40 persen dari jumlah pinjaman tersebut.”
Selain penilaian aspek finansial, Nusumma Bank juga melakukan pemeriksaan melalui kunjungan lapangan untuk menilai kondisi nyata calon nasabah. Hal ini diperkuat dengan pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang membantu lembaga keuangan mengevaluasi riwayat kredit seseorang untuk menghindari risiko kredit macet.
Untuk memperkuat proses KYC, Bank Nusumma menerapkan sistem berlapis yang mencakup peran maker, checker, dan approver. Proses KYC biasanya dimulai oleh customer service yang melakukan verifikasi awal data nasabah. Selanjutnya, data tersebut diperiksa lebih lanjut oleh petugas di tingkat yang lebih tinggi, seperti admin kredit atau manajer operasional, guna memastikan akurasi data dan kepatuhan penuh terhadap prosedur yang berlaku.
Pendekatan Light KYC dan Pengalaman Positif Nasabah
Salah satu tantangan yang dihadapi institusi perbankan adalah menyeimbangkan kepatuhan terhadap KYC dengan pengalaman positif bagi nasabah. Bank Nusumma memahami bahwa proses verifikasi bisa mengurangi kenyamanan nasabah karena dokumen dan formulir yang panjang.
Untuk itu, Nusumma Bank memanfaatkan teknologi dengan aplikasi loan origination system yang berbasis mobile yang disebut NusummaGO dan menerapkan pendekatan light KYC. Melalui light KYC, verifikasi data yang dilakukan hanya mencakup informasi krusial, seperti identitas nasabah dan status kredit mereka di SLIK OJK.
Dr. Eky menjelaskan, “Kami memulai proses dari data yang paling penting, seperti nama, NIK dan alamat, serta status SLIK mereka. Jika hasil pengecekan baik, kami lanjutkan ke proses berikutnya.” Pendekatan ini memungkinkan proses verifikasi yang lebih cepat, efisien, namun tetap aman dan sesuai regulasi.
PEP Check dan Global Sanctions
Selain penerapan light KYC, lembaga keuangan juga dapat mengoptimalkan proses KYC dengan pemeriksaan terhadap Politically Exposed Persons (PEP) dan global sanctions atau sanksi global. Kedua pemeriksaan ini penting untuk memastikan kepatuhan, menjaga reputasi, dan meminimalkan risiko keterlibatan dalam aktivitas ilegal atau melanggar peraturan internasional.
Pemeriksaan PEP dan sanksi global dilakukan menggunakan platform otomatis. Platform, seperti Aranea memungkinkan lembaga keuangan melakukan pemeriksaan kepatuhan secara waktu nyata dan mendukung pencarian dalam volume besar secara efisien.
Penerapan prosedur yang KYC ketat, teknologi, light KYC, serta PEP dan sanksi global melindungi LKM dari risiko fraud. Langkah-langkah ini juga memastikan kepatuhan regulasi tanpa mengorbankan kenyamanan nasabah.



