How to Extract info, Secrets, & Truth (bagian 2)

Buku ini membicarakan bagaimana cara mendapatkan informasi dari orang-orang tanpa mereka sadar memberikan informasi kepada Anda.
Bagian ke-2 ringkasan buku ‘How to Extract info, Secrets, & Truth’ akan membahas tentang dua bagian terakhir, yaitu “Read and Tell” dan “Interrogation (sort of)”.
Read and Tell
Bagian ini berbicara tentang keahlian cold reading. Keahlian ini biasanya digunakan oleh ramalan zodiak atau seseorang yang mengklaim dapat membaca nasib seseorang.
Cold reading pada dasarnya adalah trik penipuan psikologis yang merupakan kumpulan dari berbagai teknik untuk mengorek informasi dari orang yang tidak dikenal. “Cold” dalam istilah tersebut mengacu pada situasi di saat pembaca tidak mengenal sama sekali orang yang akan ia baca.
Salah satu teknik yang dibahas adalah shotgun statement. Teknik ini dilakukan dengan melemparkan beberapa pernyataan atau pertanyaan pancingan yang sifatnya umum kepada subyek. Contohnya, “Kamu sepertinya tipe orang yang menyukai olahraga? Tapi bukan olahraga yang biasa. Olahraga semacam gym atau dansa, sepertinya. Atau mungkin, kamu suka berolahraga parkour?”
Dengan memberikan pernyataan atau pertanyaan secara sporadis seperti itu, diharapkan subyek akan menanggapinya. Tanggapan tersebut menjadi potongan-potongan informasi yang dapat digunakan untuk mengorek informasi lebih lanjut tentang orang tersebut.
Jika subyek yang ditanya memberikan jawabannya seperti, “Dansa? Tidak. Saya lebih suka melakukan zumba secara teratur,” maka penanya mendapatkan potongan informasi bahwa subyek adalah penyuka zumba, maka penanya dapat kembali mengorek informasi lain dari tema itu. Misalnya, “Pacarmu juga suka zumba? Rumahmu dekat dengan sanggar zumba?” Dan seterusnya.
Selain shotgun statements, buku ini juga membahas teknik lainnya, seperti barnum statements, ignoring the misses, passing off failures as successes, dan keeping it vagues.
Interrogation (sort of)
Bagian ini membahas tentang sekumpulan teknik interogasi yang halus. Teknik ini biasanya dipraktikkan oleh penegak hukum.
Kunci dari teknik ini adalah dengan menurunkan tingkat defensif lawan bicara. Caranya dengan menampilkan perilaku yang santai dan informal, sehingga tidak tampak seperti sebuah ancaman bagi subjek.
Salah satu teknik yang dibahas adalah Columbo. Teknik ini pada prinsipnya mengandalkan percakapan yang santai, sehingga sebuah pertanyaan bisa diselipkan dan dijawab oleh lawan bicara secara tidak sengaja.
Teknik lainnya adalah false replay. Dengan berprinsip bahwa orang yang menyembunyikan sesuatu atau berbohong pasti bekerja keras untuk menyembunyikan dan menutupi kebohongannya, maka teknik ini bertujuan untuk membuat lawan bicara bingung dan secara tidak sengaja mengakui kebohongannya.
Salah satu caranya adalah dengan mengulang cerita lawan bicara, tetapi dengan melakukan kesalahan pada detail yang penting dan melihat bagaimana reaksinya. Saat subyek bereaksi—entah apa pun reaksinya—pada satu detail tersebut, maka sebenarnya detail tersebut merupakan poin informasi yang bisa dikorek lebih lanjut.
Buku ini disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga direkomendasikan untuk berbagai profesi, seperti guru, investigator pemula, praktisi hukum, dan lainnya.
Photo by Michael Dziedzic on Unsplash



