How to Extract Info, Secrets, & Truth (bagian 1)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan dengan lalu lintas komunikasi yang menimbulkan timbunan informasi. Semakin banyak informasi yang kita peroleh, kita harus semakin cerdas untuk menyaringnya, menyimpan yang benar dan berguna, serta mengesampingkan yang rusak.
Memilah informasi yang berguna sekaligus memperoleh kebenaran dari tumpukan informasi tersebut menjadi sebuah pekerjaan rumah yang menantang. Baik bagi Anda yang merupakan seorang investigator, sales, guru, maupun orang tua, buku ini dapat membantu Anda dalam membaca niat, perilaku, pikiran, dan emosi seseorang untuk mendapatkan kebenaran.
Buku setebal 214 halaman ini dibagi menjadi beberapa bagian yang mencakup berbagai metode untuk mendapatkan kebenaran dari informasi yang disampaikan oleh seseorang. Artikel kali ini akan merangkum tiga bagian pertama dari buku ini.
1. Body languag
Bagian pertama membahas tentang bahasa tubuh (body language). Pada dasarnya, sejumlah informasi berguna bisa diekstrak dari seseorang hanya dengan menggunakan kekuatan observasi.
Ekspresi makro dan mikro, seperti menggaruk hidung, menghindari kontak mata, dan pergerakan kepala adalah bentuk bahasa tubuh yang bisa diamati. Namun, penting untuk dicatat bahwa karena bahasa tubuh manusia sangat dinamis, maka mengamati sebuah ekspresi bukanlah metode yang sederhana.
Satu ekspresi mikro, misalnya, tidak bisa menentukan apakah seseorang berkata jujur atau tidak. Diperlukan banyak data pendukung, metode lain, dan kumpulan informasi tersebut perlu dilihat secara objektif berdasarkan konteks.
2. Question
Mengajukan pertanyaan adalah metode aktif untuk mendapatkan informasi dari seseorang. Keunggulan dari metode ini adalah kita dapat menargetkan pembahasan, sehingga orang yang kita beri pertanyaan memberikan respon yang dapat kita analisis lebih mendalam.
Bentuk pertanyaan yang terampil adalah pertanyaan yang alami dan subtle, contohnya: “Barang apa yang akan kamu selamatkan jika rumahmu kebakaran?” Meski terkesan sederhana, pertanyaan tersebut didesain untuk menggali informasi fundamental mengenai nilai dan prioritas seseorang.
Jika seseorang memilih menyelamatkan hewan peliharaanya, artinya ia menghargai makhluk bernyawa lebih daripada benda. Untuk menganalisis lebih jauh, berikan pertanyaan tidak hanya ‘apa’, tetapi juga ‘mengapa’.
3. Comfort
Pada bagian ini, kita akan membahas tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang dapat membangun kepercayaan seseorang untuk mau berbagi informasi dan berkata jujur. Ada beberapa teknik yang dapat dipraktikkan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, yaitu interaksi yang intens, kredibilitas, kontak mata, dan mendengarkan secara aktif (active listening).
Yang perlu dicatat adalah bahwa teknik mendengarkan secara aktif adalah teknik terbaik untuk mendorong seseorang untuk terbuka dan berbagi tentang apa yang benar-benar mereka rasakan. Teknik lainnya lebih tepat digunakan untuk mendeteksi kebohongan.
Tiga poin di atas barulah sebagian dari beberapa metode untuk menggali dan memilah informasi. Masih ada beberapa hal menarik yang bisa dikulik dari buku ini.
Lanjutkan dengan menyimak bagian kedua.



